Kerukunan Dirayakan di Gereja Santa Maria Immaculata, Way Kandis

KRAKATAU.ID, BANDARLAMPUNG -— Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan tampak dalam kegiatan Family Gathering yang berlangsung di aula Santa Maria Immaculata Stasi Way Kandis, Rabu (16/7). Mengusung tema “Merawat Kebersamaan, Kerukunan, Perdamaian, dan Harmoni di Tengah Keberagaman”, kegiatan ini menjadi wujud nyata sinergi antar tokoh lintas agama, pemerintah, dan umat beriman dalam menjaga toleransi di Provinsi Lampung.

Acara ini terselenggara atas kolaborasi antara Komisi Hubungan Antar Agama dan Kepercayaan (HAK) dan Kerawam Keuskupan Tanjungkarang, Ditbinmas Polda Lampung, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Lampung, para Penghayat Kepercayaan, serta umat Katolik Stasi Santa Maria Immaculata Way Kandis.

Dalam sambutannya, Ketua Komisi HAK dan Kerawam Keuskupan Tanjungkarang, Romo Roy, menekankan pentingnya membangun relasi yang harmonis di tengah masyarakat yang beragam.

“Maksud kegiatan family gathering ini adalah untuk semakin membangun persaudaraan, keakraban, perdamaian, kerukunan dan harmoni di tengah keberagaman yang ada. Ini adalah tanggung jawab semua pihak, terutama para tokoh agama, yang berada di garda terdepan untuk menciptakan komunikasi yang hangat dan intens,” ujar Romo Roy.

Romo Roy juga mengapresiasi sinergi yang telah terjalin dalam acara ini.

“Terima kasih atas kerjasamanya, semoga dedikasi dan pelayanan yang saudara-saudari buat dilipatgandakan oleh Tuhan Yang Maha Kasih,” tambahnya.

Senada dengan itu, Ketua FKUB Provinsi Lampung, Prof. Dr. K.H. Moh. Bahruddin, M.Ag, menegaskan pentingnya hidup rukun dalam keberagaman.

“Di tengah pluralitas, tidak ada cara lain kecuali kita harus hidup rukun, aman, dan damai. Forum seperti FKUB harus terus menjalin sinergi dengan berbagai stakeholder, termasuk Ditbinmas Polda Lampung dan komunitas lintas agama, agar misi kerukunan semakin kuat,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Stasi Way Kandis, Agustinus Sutrisno, mewakili umat Katolik setempat, menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan.

Ia juga memperkenalkan profil Stasi yang berada di bawah naungan Paroki Santo Yohanes Rasul, Kedaton, dengan total 450 KK atau sekitar 1500 jiwa yang tersebar di wilayah Way Hui, Jati Baru, Fajar Baru, Lambang Selatan, dan Kelurahan Way Kandis.

“Kami memiliki satu bangunan gereja, taman doa, aula, dan rumah karyawan koster,” jelas Sutrisno.

Dari unsur kepolisian, Wadir Binmas Polda Lampung, AKBP Abdurahman Napitupulu, mewakili Dirbinmas Kombes Pol. V. Thirdy Hadmiarso, menyampaikan apresiasi atas inisiatif kegiatan lintas iman ini.

“Ini momen yang sangat indah karena kita berbeda, namun kekuatan kita jadi besar. Seperti sapu lidi, bersama kita kuat. Tinggalkan ego agar kita bisa menjaga kerukunan dan kedamaian,” katanya.

“Moderasi beragama adalah jalan menuju persatuan dan kesatuan bangsa,” tambahnya.

Setelah sesi ramah tamah, para peserta diajak mengunjungi Taman Doa Sendang Banyu Urip dan bangunan Gereja Santa Maria Immaculata, sebelum menutup kegiatan dengan makan siang bersama.***