IKDKI Lampung Resmi Dilantik, Siap Wujudkan Karya Nyata

KRAKATAU.ID, BANDAR LAMPUNG -— Ikatan Dosen Katolik Indonesia (IKDKI) Wilayah Lampung resmi melantik kepengurusan barunya untuk periode 2025–2030 dalam sebuah acara yang dirangkai dengan Misa Syukur bertema “Bangkit dengan Karya Nyata”. Kegiatan ini digelar di Aula Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Gentiaras, Jumat (30/5), dengan kehadiran lebih dari 50 dosen Katolik dari berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta di Lampung.

Acara diawali dengan Misa konselebrasi yang dipimpin langsung oleh Uskup Tanjungkarang, Mgr. Vincensius Setiawan Triatmojo, Lic., S.Th. Dalam homilinya, Uskup menyoroti pentingnya Gereja dan komunitas Katolik untuk tampil lebih terbuka dan berdampak nyata dalam kehidupan masyarakat.

“Sudah lebih dari 100 tahun Gereja Katolik hadir di Lampung. Apa peran konkret kita? Sudah waktunya lembaga-lembaga Katolik terbuka, melayani, dan menjadi rahmat bagi semua,” ujar Mgr. Vincensius.

Pelantikan tersebut mengukuhkan Prof. Dr. Sri Hasnawati, S.E., M.E. sebagai Ketua IKDKI Wilayah Lampung. Dalam sambutannya, Prof. Sri menegaskan bahwa IKDKI akan menjadi ruang pembinaan profesionalisme dan spiritualitas bagi para dosen Katolik, sekaligus mendorong keterlibatan aktif dalam pengembangan pendidikan yang bermutu dan inklusif.

“Kami ingin membangun sinergi antara iman, ilmu, dan pelayanan nyata. IKDKI hadir bukan hanya untuk anggotanya, tetapi untuk masyarakat luas,” tegas Prof. Sri.

Ketua Umum IKDKI Pusat, Prof. Dr. Ir. Agustinus Purna Irawan, menyampaikan apresiasi atas terbentuknya Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Lampung. Ia menekankan bahwa IKDKI kini telah diakui secara hukum oleh pemerintah dan Gereja sejak Februari 2024, dan terus bertumbuh menjadi organisasi nasional dengan lebih dari 1.000 anggota di 14 wilayah.

Setelah prosesi pelantikan, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi terbuka bertajuk “Pendidikan Tinggi Katolik: Tantangan dan Peluang”, yang dipandu oleh Dr. Ir. Lilik Ariyanto, M.T. Diskusi ini menggali berbagai isu strategis, mulai dari minimnya mahasiswa di bidang pendidikan, perhatian terhadap kehidupan rohani mahasiswa, hingga akses terhadap beasiswa pendidikan.

Ketua Yayasan Xaverius Tanjungkarang, RD. Andreas Sutrisno, menyoroti krisis tenaga pendidik Katolik akibat rendahnya minat mahasiswa di bidang pendidikan. Menanggapi hal itu, Prof. Dr. Chatarina Niken menegaskan perlunya pendekatan yang lebih menyeluruh dari dosen terhadap pembinaan mahasiswa Katolik.

Sementara itu, Ketua Komisi Kepemudaan Keuskupan Tanjungkarang RD. Yohanes Agus Susanto menyampaikan perlunya memperluas komunitas Katolik kampus di luar universitas besar seperti Unila, ITERA, dan Gentiaras, agar spiritualitas Katolik lebih merata dan menjangkau kampus-kampus kecil.

Prof. Dr. HS. Tisnanta, S.H. menyampaikan peluang beasiswa LPDP yang dapat dimanfaatkan oleh dosen dan mahasiswa, sedangkan Prof. Posman Manurung, Ph.D. mendorong kesiapan seluruh peserta agar mampu unggul dalam kompetisi akademik nasional dan global.

Romo Damianus Tri Widaryadi menambahkan bahwa akses terhadap bantuan biaya pendidikan harus menjadi misi nyata yang diperjuangkan bersama, terutama bagi mahasiswa Katolik yang kurang mampu.

Acara ditutup dengan pesan spiritual dari Prof. Dr. Gregorius Nugroho Susanto, M.Sc. yang menyentuh hati para peserta : “Tuhan akan memberi ketika kita terlebih dahulu memberikan pelayanan kepada sesama.”***