KRAKATAU.ID, PESAWARAN — Penemuan Tugu Triangulasi di puncak tertinggi Gunung Pesawaran sempat menarik perhatian warga Desa Margodadi, Kecamatan Way Lima. Tugu yang ditemukan oleh Basrowi pada tahun 1966 ini, berdiri megah di puncak gunung dan menjadi titik fokus bagi banyak orang yang penasaran dengan keberadaannya.
Tugu Triangulasi ini dikenal sebagai alat ukur ketinggian yang digunakan pada masa penjajahan Belanda untuk menentukan ketinggian gunung dari permukaan laut. Sebelumnya, pada tahun 1982, informasi mengenai tugu ini sempat memicu minat masyarakat sekitar Gunung Pesawaran, khususnya setelah adanya isu terkait reboisasi dan batas-batas perkebunan di wilayah tersebut.
Sekitar 16 tahun setelah penemuan awal, pada tahun 1982, warga Desa Margodadi, Kecamatan Way Lima, memutuskan untuk mengunjungi tugu tersebut. Menurut keterangan salah satu tokoh masyarakat setempat, M. Nasirin kunjungan ini dilakukan setelah mendengar desas-desus tentang keberadaan tugu dan pentingnya keberadaannya yang sempat dikabarkan sebagai batas perkebunan.
“Kami bersama warga masyarakat berbondong-bondong menengok tugu itu. Kalau dari Desa Margodadi hanya memerlukan waktu tempuh sekitar dua jam untuk menuju puncaknya,” ungkap M. Nasirin saat ditemui Krakatau.id, di kediamannya, Desa Margodadi, Minggu (23/7/2024).

Jalur menuju puncak tugu, menurutnya mengikuti “urat gunung” yang merupakan istilah lokal untuk jalur pegunungan yang mengikuti kontur tanah. Namun, tidak semua warga terlibat dalam kunjungan tersebut; hanya tokoh-tokoh masyarakat yang memutuskan untuk menjelajah.
“Pada waktu itu, reboisasi menjadi salah satu permasalahan utama. Ada desas-desus bahwa tugu ini adalah batas kebun, padahal sebenarnya tugu ini digunakan untuk mengukur ketinggian gunung,” tambahnya.
Sebagaimana diketahui, Tugu Triangulasi, yang dikenal dalam istilah teknis sebagai alat pengukuran ketinggian, merupakan salah satu peninggalan sejarah yang penting bagi wilayah tersebut. Penemuan ini menunjukkan upaya yang dilakukan oleh pemerintah kolonial Belanda untuk mengukur dan memetakan wilayah Indonesia dengan akurat.***






