Komisi Kepemudaan Keuskupan Tanjungkarang Adakan Safari OMK di Paroki Ratu Damai Teluk Betung

“Jika ingin OMK tetap hidup, mulailah dari diri kita sendiri. Tidak ada gunanya ikut kegiatan besar tapi tidak memperjuangkan OMK di stasinya. Tetap semangat menjadi orang muda!” — Romo Pratomo

KRAKATAU.ID, BANDARLAMPUNG — Komisi Kepemudaan (Komkep) Keuskupan Tanjungkarang kembali melakukan Safari ke OMK Paroki Ratu Damai Teluk Betung yang bertempat di Stasi Panjang, Kamis, 23 Mei 2024.

Kegiatan safari ini diawali dengan Doa Rosario di Goa Maria Stella Maris, Stasi Panjang. Doa Rosario ini diikuti sekitar 60 OMK yang ada di Paroki Ratu Damai Teluk Betung. Setelah Doa Rosario selesai, seluruh OMK diajak berkumpul untuk berdinamika bersama dan sharing berkaitan dengan kehidupan Orang Muda Katolik.

Dalam dinamika dan sharing ini, OMK ditemani oleh RD. Laurentius Pratomo selaku Pastor Kepala Paroki Ratu Damai Teluk Betung, RD. Yohanes Agus Susanto selaku Ketua Komkep Tanjungkarang, dan RD. Pius Wahyo Adityo R sebagai pendamping OMK di Paroki Ratu Damai Teluk Betung.

Dalam pesannya kepada OMK, Romo Pius menyampaikan bahwa OMK itu diandaikan sebagai sebuah travel. Dimana OMK harus memiliki supir, kondektur, dan penumpang agar travel itu bisa berjalan.

Ketua Komkep Tanjungkarang RD. Yohanes Agus Susanto menyampaikan bahwa OMK itu harus aktif dalam kegiatan Gereja.

“Komkep Tanjungkarang akan membuat kegiatan-kegiatan untuk OMK, tetapi kegiatan itu bukan hanya sebatas kegiatan, kegiatan itu akan mengarah pada suatu pembinaan,” tegas Romo Santo.

Dalam kesempatan ini, Romo Santo mengajak OMK setempat untuk sharing menyampaikan segala hal tentang OMK.

Romo Pius Wahyo Adityo R saat menyapa OMK di Paroki Ratu Damai Teluk Betung.

Gregorius Pisondeo, salah satu perwakilan dari OMK Paroki Ratu Damai menyampaikan harapannya. “OMK menginginkan Gereja memberi perhatian kepada OMK berkaitan dengan hal iman.”

“OMK harus bisa bersosialisasi dengan masyarakat sekitar (perbedaan yang ada di masyarakat).”

“Berikan kepercayaan kepada OMK secara penuh dan OMK harus diberikan pemahaman berkaitan tentang makna kegiatan Gereja,” tutup Grego.

Setelah sharing bersama usai acara ditutup dengan pesan-pesan yang disampaikan oleh Pastor Kepala Paroki Ratu Damai Teluk Betung, Romo Pratomo.

“Dasar dari orang Katolik adalah Iman, maka orang muda yang sedang berkumpul datang berdasarkan iman dan hadir sebagai Orang Muda Katolik. OMK itu harus berkobar-kobar,” tandas Romo Pratomo.

Romo Pratomo menekankan bahwa Paroki Teluk Betung ini terdiri atas 2 stasi yaitu Stasi Teluk Betung dan Stasi Panjang. “Maka ketika kita berbicara OMK Paroki, Teluk dan Panjang dihilangkan!” tegas Romo Pratomo.

“Jika kita berbicara tentang OMK, OMK adalah himpunan keseluruhan. Apabila kita diundang dalam pertemuan OMK maka harus menghilangkan saya sebagai PMKRI, karismatik, misdinar, dan sebagainya sehingga muncullah kalimat saya adalah Orang Muda Katolik.”

Pastor Kepala Paroki Ratu Damai Teluk Betung Romo Laurentius Pratomo.

“Orang muda yang terlibat dalam suatu pelayanan tapi tidak terlibat dalam OMK tidak ada gunanya. Sama seperti orang beriman yang tinggal di lingkungan bisa terlibat dalam banyak pelayanan legio, karismatik, KTM, ormas, WKRI, dan sebagainya, tetapi tidak hidup bersama lingkungan, dia tidak terlibat dalam persekutuan tapi hanya ingin hidup dalam kelompoknya.”

“Saya dibaptis menjadi persekutuan orang beriman, bukan menjadi bagian kelompok tertentu,” paparnya.

Dalam pertemuan OMK Paroki Ratu Damai ini, Romo Pratomo tidak memperhitungkan banyak sedikitnya yang hadir, karena itulah kesadaran.

“Dan perlu diketahui bersama bahwa OMK bukan tergantung pada Komisi Kepemudaan, karena Komkep hanya mengkoordinir di tingkat keuskupan. Hidupnya OMK itu di stasi masing-masing.”

Romo Paratomo berharap, OMK mau bergerak, mau berkobar-kobar dan menghidupi imannya. Orang tua dan pengurus stasi pasti mendukung apa yang akan dijalankan oleh OMK.

“Sedikit catatan saat membuat kegiatan besar, dipikirkan apa harapannya yang akan terjadi dalam lingkup yang kecil. Saat Kegiatan besar memang muncul banyak OMK, tapi setelah itu menghilang saat di stasinya masing-masing. Banyak OMK yang sudah bekerja dan belum menikah tapi tidak mau terlibat.”

Pesan utama dari Romo Pratomo untuk OMK, “Jika ingin OMK tetap hidup, mulailah dari diri kita sendiri. Tidak ada gunanya ikut kegiatan besar tapi tidak memperjuangkan OMK di stasinya. Tetap semangat menjadi orang muda!” tutup Romo Pratomo.***

Kontributor :Anastasia Peni

News Feed