KRAKATAU.ID, LAMPUNG TENGAH — Komisi Kepemudaan Keuskupan Sufragan Tanjungkarang kembali melakukan safari ke Orang Muda Katolik (OMK) Wilayah Tengah, tepatnya OMK Paroki Fajar Mataram. Kegiatan berlangsung di Gereja St.Maria Pajar Mataram, Minggu, 28 Mei 2024.
Kegiatan safari ini diawali dengan jalan salib bersama dengan OMK se-Paroki Pajar Mataram di Gua Maria Pajar Mataram. Jalan salib diikuti sekitar 50 OMK yang berada di Paroki Pajar Mataram.
Usai Jalan Salib dilanjutkan dengan Misa yang dipimpin oleh RD. Fransiskus Xaverius Dista Kristanto serta konselebran RD. Stefanus Widianto selaku Pastor Paroki, dan Diakon Fransiskus Xaverius Hendri Firmanto.
Kegiatan OMK tidak hanya berhenti pada jalan salib dan misa. Kegiatan dilanjutkan ke balai paroki, dimana seluruh OMK Paroki Pajar Mataram berkumpul untuk berdinamika bersama. Mereka juga diajak sharing mengenai kegiatan dan kehidupan OMK yang berada di wilayah Pajar Mataram bersama dengan Komisi Kepemudaan Keuskupan Sufragan Tanjungkarang.
Ketua Stasi Fajar Mataram, Andreas Luarno pada sambutan menyampaikan bahwa OMK yang memiliki banyak talenta kiranya dapa member manfaat bukan hanya di lingkup gereja namun juga pada masyarakat.
Andreas berharap Komisi Kepemudaan Keuskupan Sufragan Tanjungkarang untuk selalu mendampingi dan memberikan semangat. “Hal ini sangat dibutuhkan agar OMK Pajar Mataram memiliki tekad untuk membangkitkan kembali OMK yang sudah lama vakum sejak wabah covid-19 yang menyerang Indonesia beberapa tahun lalu,” kata dia.
Ketua OMK Paroki Pajar Mataram Leonardus Rega Ananta mengatakan tujuan mengadakan kegiatan ini guna mempererat kebersama. “Kami bertekad kuat ingin mengembalikan semangat OMK Pajar Mataram agar menjadi OMK yang bersatu,” imbuhnya.
Rega mengatakan ingin membuat rekan-rekan OMK semakin kenal dan dekat satu sama lain.
“Bukan hanya di stasi-stasi saja yang saling kenal tetapi di paroki bahkan jika di lintas wilayah nanti harus saling kenal.”
“Jadi OMK itu harus kenal dengan sesamanya, boleh main dengan saudara yang lain tapi janganlah sampai lompat pagar“.
Rega merasa sedih ketika melihat beberapa OMK yang “lompat pagar”. Menurutnya hal ini karena kurangnya kegiatan OMK di wilayahnya. “Mari kita bangkitkan semangat OMK Fajar Mataram,” pungkasnya.
Kegiatan dilanjutkan dengan dinamika dan juga sharing antar OMK. Sesi sharing ini bertujuan untuk mengetahui OMK dan situasi OMK di Paroki Pajar Mataram untuk menampung usul dan saran.
Bagian sharing dibagi kedalam beberapa kelompok. Dari sharing yang telah dilaksanakan oleh Komisi Kepemudaan Keuskupan Tanjungkarang dengan OMK Paroki Pajar Mataram didapatkan beberapa kesimpulan.
OMK Paroki Pajar Mataram sangat ingin mengadakan kegiatan rutin baik di lingkup paroki maupun lintas agar semangat OMK tetap berkobar-kobar.***
Penulis : Maria Deta






