Vikjen Tanjungkarang Romo Adrianus Satu Manggo : Mari Tambah Kebaikan Kita Untuk Siapa Saja

Berita, Peristiwa1242 Dilihat

KRAKATAU.ID, VIETNAM — Vikaris jenderal (Vikjen) Keuskupan Tanjungkarang RD Adrianus Satu Manggo mengajak umat Katolik untuk terus berbuat baik kepada sesama. Hal itu dikemukakan Romo Manggo dalam homilinya saat memimpin misa harian di Kapel Biara Bunda dari La Vang (Basilika Bunda dari La Vang), Komune Hai Phu, Distrik Hải Lăng, Provinsi Quảng Trị, Vietnam, Sabtu (6/4/2024).

“Ada yang percaya kebangkitan, ada yang tidak percaya. Tapi ada juga yang percaya kebangkitan melihatnya secara keliru. Kita diharapkan untuk memiliki iman percaya. Lalu kenapa Yesus menampakkan diri kepada para murid tidak kepada Ibu-Nya Bunda Maria? Karena Bunda Maria sudah percaya, sementara para murid belum percaya. Maka harus ada semacam kesaksian yang diberikan. Kemudian Yesus menampakkan diri kepada mereka yang belum percaya, tetapi sudah menjadi pengikut dia. Lalu mereka diberi perlindungan dan setelah mereka mantab, kemudian Yesus mengatakan pergilah ke seluruh dunia, berikanlah kepada segala umat.”

“Cerita dari saudara kita Bung Lukdy (CEO Lukdy Tour Vietnam) bagaimana orang-orang Katolik untuk memberitakan Tuhan itu lewat ziarah tadi, artinya mereka pergi saja enggak banyak omong dengan reme-rame rombongan, nyewa bus lalu tetangganya yang tidak Katolik nanya eh mau kemana sih rame-rame. Biasanya yang biasa nanya ibu-ibu atau anak-anak nanya temannya kemana sih? Jalan-jalan, boleh ikut apa enggak? Boleh kan seperti itu. Lalu diajak lah ke sini. Sampai di sini pasti mereka melihat banyak hal yang sebelumnya tidak mereka lihat. Mengalami juga banyak hal yang belum pernah mereka lihat, dan pasti juga melihat bagaimana tetangganya yang Katolik itu sungguh-sungguh percaya pada kekuatan di luar kemanusiaan yang bagi kita itu adalah Tuhan, bagi mereka mungkin selama ini mereka mencari-cari, selama ini sudah merasakan kehadiran Tuhan tapi tidak tahu siapa namanya, kemana harus menyembah lalu terbuka, seperti itu. Maka Roh Kudus itu berkarya seperti itu.”

Basilika Bunda dari La Vang.

“Maka kita walaupun mungkin tidak ngomong tentang kitab suci kepada tetangga kita, tidak ngomong tentang Yesus kepada yang dekat dengan kita yang belum percaya kepada Tuhan, tetapi dari cara hidup kita, dari sikap kita, dari kebaikan-kebaikan kita, yang kita buat, yang kita lakukan dengan tulus dan ikhlas kepada mereka untuk memberikan gambaran tertentu bagi mereka, pasti bertanya; kenapa dia seperti itu. Ujungnya pasti sampai kepada Tuhan, karena mereka pengikut Kristus. Lalu mereka mungkin belum menjadi pengikut Yesus, tetapi paling tidak mereka kenal siapa Yesus yang mampu menggerakkan yang percaya kepada-Nya untuk menjadi orang Katolik. Orang tulus, orang yang penuh cinta, berbelas kasih, pemaaf, pengampun, seperti itu.”

“Maka mari kita lanjutkan hidup kita sebagai pengikut Kristus dalam kehidupan sehari-hari. Kita tambah kebaikan kita untuk siapa saja. Kita makin kudus untuk siapa saja, kita murah hati dan jiwa besar kita kita tekadkan dalam maaf, dalam pengampunan, kepada siapapun mungkin yang kurang suka dengan kita tanpa alasan, yang hidupnya tidak baik kepada kita, kita tetap berbaik hati, doakan dia. Karena Tuhan dengan caranya akan bekerja bagi mereka melalui kita, melalui hidup kita, melalui sikap kita, melalui doa-doa kita dan khususnya melalui belas kasihnya kepada kita dan kepada sesama.”

“Yang kedua menjadi pengikut Kristus adalah panggilan, maka kita yang sudah dipanggil kita jawab ya dengan setia,” tutup Romo Manggo.

Sebagaimana diketahui Komisi HAK dan Kerawam Keuskupan Tanjungkarang tengah mengadakan wisata rohani di Vietnam. Salah satu yang dikunjungi adalah Basilika Bunda dari La Vang. Lokasi ini merupakan tempat suci bagi umat Katolik untuk peringatan penampakan pakan Bunda Maria tahun 1798.***