KRAKATAU.ID, BANDAR LAMPUNG – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung mencatat tingkat inflasi sebesar 0,16 persen secara bulanan (month-to-month/m-to-m) pada September 2025. Sementara itu, secara tahunan (year-on-year/y-on-y), inflasi tercatat 1,17 persen. Hal tersebut disampaikan oleh Statistisi Ahli Madya BPS Lampung, Nila Fridhowati, dalam siaran pers daring pada Senin (1/10/2025).
“Tingkat inflasi bulan September 2025 tercatat lebih tinggi dibandingkan September tahun sebelumnya, yang hanya sebesar 0,05 persen,” ujar Nila.
Menurut Nila, kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya mencatat inflasi tertinggi secara bulanan, yaitu sebesar 1,18 persen, dengan andil terhadap inflasi keseluruhan sebesar 0,08 persen.
Di sisi lain, kelompok Rekreasi, Olahraga, dan Budaya mengalami deflasi tertinggi sebesar 0,99 persen, dengan andil terhadap deflasi sebesar 0,02 persen.
Lima komoditas utama penyumbang inflasi bulanan pada September 2025 adalah: Cabai Merah – andil: 0,13 persen, Daging Ayam Ras – andil: 0,12 persen, Emas Perhiasan – andil: 0,05 persen, Salak – andil: 0,03 persen, Deodoran – andil: 0,02 persen.
Sedangkan komoditas penyumbang deflasi terbesar adalah: Bawang Merah – andil: -0,26 persen, Vitamin – andil: -0,03 persen, Tomat – andil: -0,03 persen, Makanan Hewan Peliharaan – andil: -0,02 persen, Susu Cair Kemasan – andil: -0,02 persen.
Secara tahunan, inflasi Provinsi Lampung sebesar 1,17 persen pada September 2025 lebih rendah dibandingkan inflasi tahun sebelumnya yang sebesar 2,16 persen.
Kelompok Rekreasi, Olahraga, dan Budaya mencatat inflasi tertinggi secara tahunan sebesar 5,71 persen, meskipun andilnya terhadap inflasi umum tergolong kecil.
Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau mencatat inflasi 5,02 persen, dengan andil inflasi terbesar sebesar 1,65 persen.
Sementara itu, kelompok Pendidikan mengalami deflasi terdalam, yaitu -18,20 persen, dengan andil deflasi sebesar -1,23 persen.
Lima komoditas penyumbang inflasi tertinggi secara tahunan: Bawang Merah, Emas Perhiasan, Cabai Merah, Beras dan Daging Ayam Ras.
Lima komoditas penyumbang deflasi tahunan: Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Bawang Putih, Bensin dan Cumi-cumi.
BPS Provinsi Lampung juga memantau inflasi di empat kabupaten/kota cakupan Indeks Harga Konsumen (IHK). Hasilnya: Inflasi tahunan (y-on-y) tertinggi: Kabupaten Lampung Timur – 2,44 persen. Inflasi tahunan terendah: Kota Bandar Lampung – 0,37 persen. Inflasi bulanan (m-to-m) tertinggi: Kota Metro – 0,39 persen. Deflasi bulanan terdalam: Kabupaten Mesuji – -0,42 persen.
“Secara umum, inflasi di Lampung pada September 2025 masih dalam kategori terkendali. Namun fluktuasi harga komoditas pangan dan jasa tetap perlu diwaspadai,” tutup Nila.***











