KRAKATAU.ID, BANDAR LAMPUNG – Sektor pariwisata Provinsi Lampung mengalami tekanan pada Agustus 2025, tercermin dari menurunnya Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung, TPK tercatat hanya sebesar 40,81 persen, turun signifikan dibanding bulan sebelumnya.
Dalam siaran pers yang diterima Krakatau.id pada Rabu (1/10/2025), Statistisi Ahli Madya BPS Lampung, Nila Fridhowati, menjelaskan bahwa TPK hotel berbintang pada Agustus mengalami penurunan 6,48 poin dibandingkan Juli 2025 yang mencatatkan angka 47,29 persen. Jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu, penurunan bahkan lebih tajam, yakni 7,82 poin.
“Jumlah tamu selama Agustus 2025 yang menginap di hotel berbintang mencapai 87.018 orang, terdiri dari 829 tamu asing dan 86.189 tamu domestik,” jelas Nila.
Angka ini mengalami penurunan sebesar 10,92 persen atau 10.671 orang dibanding Juli 2025 yang tercatat sebanyak 97.689 orang tamu. Penurunan ini menjadi sinyal bahwa aktivitas pariwisata, khususnya yang berkaitan dengan akomodasi hotel berbintang, sedang melambat.
Pariwisata merupakan salah satu sektor andalan Lampung yang terus didorong melalui berbagai event dan promosi, mulai dari Festival Krakatau, Festival Way Kambas, hingga pengembangan destinasi unggulan seperti Pulau Pahawang, Kiluan, dan Taman Nasional Way Kambas. Namun, data Agustus 2025 menunjukkan bahwa arus wisatawan belum sepenuhnya pulih, baik dari wisatawan domestik maupun mancanegara.
Meski begitu, rata-rata lama menginap tamu (RLMT) justru mengalami sedikit peningkatan. Pada Agustus 2025, RLMT hotel berbintang tercatat 1,32 hari, naik 0,03 hari dibanding Juli 2025 yang tercatat 1,29 hari.
“Kenaikan ini memang belum signifikan, namun bisa menjadi indikasi positif bahwa tamu yang datang cenderung tinggal sedikit lebih lama, meskipun jumlahnya menurun,” pungkas Nila.***





