KRAKATAU.ID, BANDAR LAMPUNG – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung merilis data terbaru terkait mobilitas penumpang berdasarkan moda transportasi pada Agustus 2025. Dalam siaran pers yang diterima Krakatau.id pada Rabu (1/10/2025), Statistisi Ahli Madya BPS Lampung, Nila Fridhowati, menyampaikan bahwa moda angkutan udara mencatat peningkatan, sementara angkutan laut dan kereta api mengalami penurunan secara bulanan.
“Jumlah keberangkatan penumpang angkutan udara pada Agustus 2025 sebanyak 53.293 orang, naik sebesar 1,94 persen dibandingkan Juli 2025. Jika dibandingkan dengan Agustus 2024, terjadi kenaikan sebesar 0,49 persen,” ujar Nila dalam siaran persnya yang diterima Krakatau.id, Rabu .(1/10/2025).
Peningkatan ini menunjukkan tren positif dalam sektor penerbangan, yang sebelumnya juga mencatat kenaikan signifikan pada bulan Juli. Ketersediaan penerbangan dan meningkatnya mobilitas masyarakat diduga menjadi faktor pendorong.
Sebaliknya, jumlah penumpang angkutan laut pada Agustus 2025 tercatat sebanyak 43.544 orang, menurun 19,50 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Meski begitu, secara tahunan (year-on-year), angkutan laut menunjukkan peningkatan sebesar 8,40 persen dibandingkan Agustus 2024.
“Penurunan secara bulanan bisa jadi disebabkan faktor cuaca, atau selesainya musim liburan. Namun jika dilihat dari sisi tahunan, ada pertumbuhan yang menunjukkan pemulihan mobilitas masyarakat melalui jalur laut,” jelas Nila.
Sementara itu, angkutan kereta api juga mengalami penurunan baik secara bulanan maupun tahunan. Pada Agustus 2025, jumlah penumpang tercatat sebanyak 67.418 orang, turun 9,21 persen dibandingkan Juli 2025. Dibandingkan dengan Agustus 2024, juga terjadi penurunan sebesar 0,58 persen.
“Moda kereta api sempat menjadi pilihan utama di beberapa bulan sebelumnya. Namun, penurunan ini menandakan adanya fluktuasi yang wajar, terutama pasca musim liburan,” tambahnya.
BPS Lampung mencatat bahwa dinamika jumlah penumpang dari berbagai moda transportasi ini memberikan gambaran penting tentang pola mobilitas masyarakat. Data ini juga menjadi landasan evaluasi bagi sektor transportasi dan pengambilan kebijakan pembangunan di wilayah Lampung.***












