KRAKATAU.ID, LAMPUNG BARAT – Koordinator Pos Penjagaan (Basecamp) Gunung Pesagi Via Bahway, Selamet, mengimbau para pendaki untuk selalu melapor sebelum memulai pendakian. Imbauan ini disampaikan menyusul ditemukannya seorang pendaki yang meninggal dunia di Gunung Pesagi beberapa waktu lalu. Diketahui, pendaki tersebut tidak melakukan pelaporan ke pos pendakian atau biasa disebut “slonong boy”.
“Pesan saya untuk para pendaki, baik yang akan naik ke Gunung Pesagi maupun gunung lainnya, kalau ada posko, tolong lapor dulu. Ini penting untuk keselamatan kita bersama,” ujar Selamet saat diwawancarai Krakatau.id pada Kamis, 15 Mei 2025 lalu.
Selamet menjelaskan bahwa melapor ke pos pendakian sangat penting, karena pendaki akan diberikan nomor darurat dan informasi penting lainnya. Jika terjadi sesuatu di tengah perjalanan, pihak pos dapat segera bertindak.
“Ini jadi pelajaran. Pendaki yang kemarin itu enggak lapor, naik sendiri, tanpa teman. Akhirnya, ditemukan sudah meninggal. Enggak ada yang tahu keberadaannya karena memang tidak terdata,” lanjutnya.
Ia juga menekankan bahwa pendakian seharusnya menjadi aktivitas yang menyenangkan, bukan ajang untuk mencari risiko yang membahayakan diri sendiri.
“Kalau ada posko, lebih baik kita registrasi. Cari amannya. Kalau seperti ini, yang repot bukan cuma petugas, tapi juga keluarga korban. Intinya, taati aturan, supaya kita aman saat mendaki. Karena tujuan kita naik gunung itu kan untuk senang-senang, bukan untuk cari kesengsaraan,” pungkasnya.
Gunung Pesagi, yang merupakan puncak tertinggi di Lampung Barat, memang menjadi destinasi favorit para pecinta alam. Namun, peristiwa ini menjadi pengingat bahwa keselamatan tetap harus menjadi prioritas utama dalam setiap kegiatan pendakian.***











