Pesona Burung Merak di Hutan Gunung Tanggang: Keberagaman Alam yang Lestari

KRAKATAU.ID, TANGGAMUS — Hutan Gunung Tanggang kembali menarik perhatian dengan keberagaman flora dan faunanya yang masih terjaga dengan baik. Keindahan alam di kawasan ini bukan hanya tentang rapatnya pepohonan yang hijau dan lebat, tetapi juga tentang bagaimana ekosistemnya tetap berkembang secara alami, menciptakan rumah bagi berbagai jenis flora dan fauna yang langka. Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah keberadaan burung merak yang masih hidup bebas di hutan ini, menjadikannya sebuah simbol keberhasilan pelestarian alam di kawasan tersebut.

Burung merak hijau, salah satu spesies burung langka yang hanya dapat ditemukan di beberapa wilayah Indonesia, masih dapat dijumpai di Hutan Gunung Tanggang. Dikenal karena keindahan bulunya yang memesona, burung merak ini menyukai makanan berupa biji-bijian, serangga, daun, dan hewan-hewan kecil. Menurut buku Buku Pintar Hewan yang disusun oleh Jumanta (2020), burung merak adalah salah satu jenis burung yang paling menarik perhatian karena bulunya yang berwarna-warni dan ekornya yang spektakuler.

Sentot, seorang tokoh pemuda di Dusun Pematang Kuyung, mengungkapkan bahwa burung merak sering kali dijumpai oleh warga yang berkunjung ke hutan tersebut.

“Burung merak masih sering saya lihat, terutama di daerah yang lebih dalam di hutan ini. Masyarakat yang ke hutan juga sering menemukan burung ini,” ujarnya kepada Krakatau.id di Puncak Gunung Tanggang, Rabu (1/1/2025).

Baginya, keberadaan burung merak bukan hanya sebuah keajaiban alam, tetapi juga sebuah kebanggaan yang harus dijaga dan dilestarikan.

Pentingnya menjaga kelestarian hutan ini tidak hanya diakui oleh Sentot, tetapi juga oleh seluruh masyarakat Dusun Pematang Kuyung. Dengan penuh kesadaran, mereka berusaha keras untuk melindungi hutan dari ancaman perusakan dan perburuan liar.

Sentot bercerita bahwa beberapa kali dirinya bersama warga setempat berhasil mencegah pemburu liar yang berusaha menangkap satwa yang dilindungi, termasuk burung merak.

“Kami berusaha menjaga kelestarian hutan dan satwa-satwa yang ada di dalamnya, karena mereka adalah bagian penting dari kehidupan kami,” tambahnya.

Tidak hanya burung merak, Hutan Gunung Tanggang juga menjadi rumah bagi berbagai jenis fauna langka lainnya. Keanekaragaman hayati yang ada di sana menunjukkan betapa pentingnya kawasan ini sebagai ekosistem yang harus dijaga keberlangsungannya. Flora yang tumbuh di hutan ini pun sangat beragam, dengan berbagai jenis tanaman yang memiliki nilai ekologi yang sangat penting.

Sentot berharap, dengan semakin tingginya kesadaran masyarakat tentang pentingnya pelestarian alam, Hutan Gunung Tanggang akan tetap menjadi rumah bagi berbagai jenis flora dan fauna yang langka.

“Harapan kami adalah agar kelestarian flora dan fauna khas Gunung Tanggang ini tetap terjaga untuk generasi yang akan datang,” ujar Sentot penuh harap.

Kisah sukses ini menjadi contoh bahwa dengan kesadaran dan upaya bersama, alam dapat dilestarikan, dan keindahan serta keberagaman hayati yang ada di dalamnya bisa terus dinikmati. Hutan Gunung Tanggang, dengan segala kekayaan alamnya, adalah bukti nyata bahwa keharmonisan antara manusia dan alam dapat tercapai apabila keduanya saling menjaga dan mendukung.***