Romo Yohanes Kurniawan Jati Ajak Umat Katolik Stasi Tanjung Jati Merenungkan Peran Yesus Sebagai Raja Semesta

KRAKATAU.ID, KATIBUNG – Suasana hening menyelimuti Gereja Stasi Santo Thomas Tanjung Jati pada Sabtu sore, 23 November 2024, saat RD Yohanes Kurniawan Jati, Pastor Kepala Paroki Keluarga Kudus Sidomulyo, memimpin misa yang diikuti puluhan umat setempat. Misa berlangsung dari pukul 16.00 hingga 17.00 WIB, dengan umat yang hadir antusias mengikuti setiap rangkaian ibadah.

Gereja Stasi Santo Thomas Tanjung Jati merupakan salah satu stasi di wilayah Paroki Keluarga Kudus Sidomulyo, Keuskupan Tanjungkarang. Gereja berada di Desa Tanjung Agung, Kecamatan Katibung, Kabupaten Lampung Selatan.

Dalam homilinya, Romo Jati mengungkapkan pesan-pesan penting mengenai Yesus Kristus sebagai Raja Semesta Alam dan Firman yang menjadi manusia.

“Penglihatan Yohanes Pembaptis menunjukkan bahwa Yesus adalah Raja Alfa dan Omega, Sang Firman yang menjadi manusia,” ujarnya dengan penuh semangat.

Lebih lanjut, Romo Jati menjelaskan tentang makna kedatangan Yesus ke dunia. “Yesus mengatasi dunia. Walau Dia lahir ke dunia, tapi Dia tidak sama dengan kita,” tegasnya.

Romo Jati juga mengingatkan bahwa mukjizat yang terjadi dalam Injil adalah bukti kuasa Yesus yang mampu meredakan topan dan menyembuhkan, menjadikan-Nya sebagai Raja yang tak terbatas oleh dunia.

“Kerjaannya bukan berasal dari dunia ini. Tuhan takarannya tidak bisa dibandingkan dengan Raja dunia ini. Maka ukuran yang berbeda akan memiliki pemahaman yang berbeda tentang Yesus. Kita hanya memiliki satu-satunya Raja, Kristus sendiri,” lanjutnya.

Gereja Stasi Santo Thomas Tanjung Jati.

Romo Jati juga mengajak umat katolik untuk merenungkan peran mereka sebagai orang yang telah dibaptis dan turut ambil bagian dalam kepemimpinan Yesus.

“Kita yang dibaptis mengambil bagian dalam tugas Yesus sebagai Imam Agung yang menguduskan. Kita memiliki tugas untuk mewartakan karya Allah,” ujarnya.

Puncak pewahyuan karya Allah, menurut Romo Jati, terwujud dalam pribadi Yesus Kristus. Ia mengajak umat untuk bertanya pada diri mereka sendiri, “Siapa yang menjadi Raja atas diri kita?” Dalam hal ini, ia mengingatkan pentingnya kepemimpinan dalam rumah tangga, di mana setiap pemimpin diharapkan mengarahkan anggotanya menuju keselamatan dalam Kristus.

“Kristus Semesta Alam. Kelak, yang kita nantikan adalah Kristus Semesta Alam,” tutup Romo Jati dengan penuh harapan.

Misa ini menjadi momen refleksi yang mendalam bagi umat Stasi Santo Thomas Tanjung Jati, yang semakin menyadari peran mereka dalam mewartakan Kristus sebagai Raja dan Imam Agung. Semoga setiap umat katolik Stasi Santo Thomas Tanjung Jati yang hadir semakin diberdayakan dalam iman dan pengharapan akan kedatangan Kristus yang memerintah di atas segala sesuatu.***