Satu Dunia Melalui Koperasi: Peringatan Internasional Credit Union Day di Asilo Hermelink

KRAKATAU.ID, BANDARLAMPUNG — Pada tanggal 17 Oktober 2024 lalu, sekitar 110 peserta menghadiri pertemuan penting di Asilo Hermelink, Jl. Z.A. Pagar Alam Gedung Meneng, Rajabasa, Bandarlampung.

Kegiatan bertajuk “Berbincang Aktif dan Positif” ini menjadi spesial karena dihadiri langsung Uskup Keuskupan Tanjungkarang, Mgr. Vinsensius Setiawan Triatmojo.

Pertemuan ini diadakan bersamaan dengan peringatan  Internasional Credit Union (ICU) Day atau Hari Serikat Kredit Internasional (ICU) tahun 2024 yang dirayakan setiap minggu ketiga bulan Oktober.

“Tahun ini, tema yang diangkat adalah “One World Through Cooperative Finance,” mencerminkan harapan untuk menyatukan dunia melalui koperasi kredit,” jelas Ketua Puskopdit Caraka Utama (CU) Yohanes De Deo Widyastoko saat berbincang dengan Krakatau.id di Bandarlampung, Selasa (22/10/2024)

Menurut De Deo para pengurus dan pengawas koperasi kredit berbagi pandangan tentang pentingnya peran koperasi dalam mengatasi perpecahan yang terjadi di masyarakat.

“Mereka menggarisbawahi perlunya edukasi tentang pengelolaan keuangan dan berencana melakukan kunjungan ke sekolah-sekolah untuk memperkenalkan program-program koperasi,” ungkapnya.

Diutarakan De Deo, salah satu tokoh penting yang hadir adalah Supri, pionir koperasi kredit di Lampung, yang menceritakan sejarah awal pembentukan koperasi di daerah tersebut.

“Sejak tahun 70-an, koperasi kredit Lampung telah berkembang pesat, berkat inisiatif dari suster-suster yang menggerakkan masyarakat untuk berpartisipasi dalam koperasi,” jelas De Deo.

Menurutnya dari data yang disampaikan, hingga Juni 2024, terdapat sekitar 80 ribu anggota di koperasi kredit dengan aset mencapai 1,2 triliun rupiah.

“Meskipun mayoritas penggerak koperasi adalah umat Katolik, koperasi ini juga melayani anggota dari berbagai latar belakang agama, termasuk Kristen, Islam, dan Hindu,” tandas Ketua Puskopdit Caraka Utama.

Uskup Tanjungkarang, Mgr. Vinsensius Setiawan Triatmojo dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa koperasi kredit harus berperan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, baik secara spiritual maupun material.

Ia mengajak semua pihak untuk bersinergi, agar koperasi dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi anggotanya dan masyarakat sekitar.

“Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat kolaborasi antara koperasi kredit dan organisasi lain, demi mencapai tujuan bersama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkas De Deo.***