Misteri Makam dan Bunga Panca Warna di Gunung Sukmo Ilang: Kisah Mbah Basrowi

KRAKATAU,ID, PESAWARAN — Di bawah puncak utama Gunung Sukmo Ilang yang megah di Pesawaran, Lampung, terdapat sebuah makam yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kisah para pendaki. Makam ini dikenal oleh mereka yang telah menaklukkan puncaknya, namun identitas pemilik makam ini tetap menjadi misteri. Berbagai sumber memberikan cerita berbeda mengenai siapa yang mungkin berada di bawah tanah tersebut.

Namun, di balik segala misteri itu, ada cerita menarik yang jarang diketahui orang. Pada tahun 1966, Mbah Basrowi, juru kunci Gunung Sukmo Ilang, secara kebetulan menemukan makam ini. Penemuan itu bersamaan dengan ditemukannya Tugu Triangulasi yang terletak hanya beberapa puluh meter dari makam, di ketinggian 1682 mdpl.

Mbah Basrowi, atau lebih akrab dipanggil Mbah Bas, mengisahkan penemuan tersebut dengan penuh semangat. Pada suatu hari, saat mendaki gunung ditemani anjing kesayangannya bernama Kaci, Mbah Bas menemukan sesuatu yang tidak biasa: sebuah tanaman dengan bunga aneka warna. Penemuan itu terjadi secara tak sengaja saat Mbah Bas menerobos hutan, melakukan tugasnya yang tak pernah lepas—meninjau dan membawa bibit tanaman ke lokasi yang dianggapnya mendesak untuk ditanam.

Kepada Krakatau.id pada Minggu, 1 September 2024, Mbah Bas menceritakan detil penemuan tersebut. “Sepertinya cuma aku sendiri yang pernah melihat dan memegang bunga itu. Bunga satu batangnya memiliki berbagai macam warna. Anehnya, saat dicari lagi, bunga itu tidak ada,” katanya saat mendaki bersama di Puncak Leher Kambing. Mbah Bas menjelaskan bahwa saat itu, ia dalam keadaan tergesa-gesa mengejar Kaci yang sudah jauh di bawah, dan bunga itu ditinggalkannya begitu saja.

Mbah Basrowi, juru kunci Gunung Sukmo Ilang saat berada di Puncak Leher Kambing, Pesawaran.

“Setelah itu, aku lewat jalan yang sama dan bunga itu sudah tidak ada lagi. Beberapa waktu kemudian, aku berkunjung ke Taman Sari di Yogyakarta, Keraton. Di sana, banyak bunga dengan berbagai warna, tapi tidak ada yang seperti bunga yang kutemukan di Puncak Tugu,” lanjutnya.

Mbah Basrowi menggambarkan bunga tersebut memiliki batang kecil dengan warna-warna yang beragam: kuning, biru, jambon, cokelat, ungu, putih, dan merah. Menurutnya, bunga itu mirip dengan apa yang ia sebut sebagai “kembang panca warna.”

Kisah Mbah Basrowi tidak hanya menambah keindahan cerita seputar Gunung Sukmo Ilang tetapi juga mengaitkan unsur mistis dengan penemuan bunga yang langka. Keseharian Mbah Bas yang dipenuhi dengan kegiatan di hutan dan dedikasinya terhadap tanaman, menjadikannya sebagai bagian dari warisan sejarah dan budaya gunung yang penuh misteri ini.

Mungkin makam di bawah puncak utama masih menyimpan rahasia yang belum terpecahkan, namun kisah Mbah Basrowi dan bunga panca warna menambah lapisan keajaiban dan kekayaan cerita yang menjadikan Gunung Sukmo Ilang sebagai tempat yang tidak hanya menantang fisik tetapi juga memikat imajinasi.***