KRAKATAU.ID, BANDARLAMPUNG — Arti kerja bukan hanya sekadar mencari nafkah atau melakukan aktivitas ekonomi semata. Tetapi memiliki dimensi yang jauh lebih dalam dan lebih luas.
Ketua KKPPMP Keuskupan Tanjungkarang, Yuli Nugrahani memaparkan beberapa konsep tentang arti kerja menurut Ajaran Sosial Gereja saat diundang Komunitas Karyawan Muda Katolik (KKMK) Gereja Katedral Kristus Raja Tanjungkarang, Minggu (9/6/2024). Kegiatan berlangsung di di SMA Xaverius Bandarlampung.
Menurut Yuli ada beberapa konsep tentang arti kerja menurut ajaran sosial gereja, diantaranya ; martabat manusia.
“Ajaran sosial gereja mengajarkan bahwa setiap orang memiliki martabat yang diberikan oleh Allah sebagai makhluk ciptaan-Nya. Oleh karena itu, setiap pekerjaan yang dilakukan oleh manusia haruslah dihormati dan dianggap berharga,” kata dia.
Konsep selanjutnya adalah kesejahteraan bersama kata Yuli, konsep utama dalam ajaran sosial gereja adalah kesejahteraan bersama atau solidaritas. “Artinya, kerja seseorang tidak hanya untuk kepentingan pribadi, tetapi juga untuk kepentingan bersama. Manusia dianggap sebagai bagian dari komunitas yang lebih besar, bekerja berkontribusi pada kebaikan bersama dan membantu sesama.”

Kemudian lanjut Yuli, keadilan dan keseimbangan. “Ajaran sosial gereja menekankan pentingnya keadilan dalam lingkungan kerja. Mencakup pembayaran upah yang adil, kondisi kerja yang manusiawi, serta hak-hak pekerja yang dihormati dan dilindungi.”
Berikutnya adalah penghargaan terhadap kreativitas dan bakat. Menurutnya setiap orang memiliki kreativitas dan bakat yang unik, yang harus dihargai dan dikembangkan. “Ajaran sosial gereja mengajarkan bahwa pekerjaan yang dilakukan dengan penuh dedikasi dan kreativitas adalah bentuk pengabdian kepada Allah,” kata dia.
Konsep kerja yang terakhir adalah pelayanan dan pemberdayaan. Dipaparkan Yuli, ajaran sosial gereja juga menekankan pentingnya pelayanan kepada sesama dalam kerja. “Pekerjaan bukan hanya tentang memenuhi kebutuhan materi, tetapi juga tentang memberikan kontribusi positif kepada masyarakat dan memperjuangkan keadilan sosial,” imbuh Yuli.
“Manusia bekerja bukan hanya fokus terhadap hasilnya (upah), tapi kita juga perlu memberikan martabat, persaudaraan, dan kebebasan manusiawi,” pungkas Yuli yang mengambil inspirasi dari Rerum Novarum dan Laborem Exercens.
Kegiatan dengan tema “Merasakan, Bertumbuh dan Menjadi Saluran Berkat Tuhan” diikuti oleh 12 Orang Muda Katolik (OMK) yang tergabung dalam KKMK Gereja Katedral Kristus Raja Tanjungkarang.
Salah satu peserta Veronika Oktavia Lukas mengungkapkan kesannya. “Mencari dukungan moral, iman, dan bisa mendapatkan ilmu baru seperti financial planning,” kata Veronika Oktavia Lukas.
Sebagai informasi KKMK merupakan wadah bagi OMK yang sudah bekerja untuk saling menguatkan dalam iman, berbagi pengalaman dan menambah pengetahuan sehingga dapat melayani dan menjadi berkat bagi sesama.***
Penulis : Joshua Nainggolan










