KRAKATAU.ID, LAMPUNG BARAT – Setiap gunung memiliki ceritanya tersendiri, baik mengenai tumbuhan, satwa liar di dalam hutan maupun kejadian di luar nalar yang dialami para pendaki. Kejadian-kejadian yang dirasa di luar akal sehat itu kadang membuat tercengang bagi siapapun yang mengalami atau hanya mendengar ceritanya.
Di Gunung Pesagi banyak cerita mistis yang dialami para pendaki. Salah satunya seperti yang diutarakan penjaga pos jalur Bahway, Selamet.
Pernah suatu ketika ungkap Selamet, ada dua orang pendaki tidak bisa masuk saat sampai di pintu rimba pada pagi hari.
“Dia naik, kok jam 8 sudah turun lagi alangkah cepetnya. Lho kok turun lagi dek? Yang satunya kan diem aja,” kata Selamet mulai bercerita kepada Krakatau.id, Minggu (19/5/2024).
“Dia jawab besok aja, kami naik kapan-kapan aja. Ngapa? Jujur aja lah sama saya, ngapain?” tanya Selamet kepada dua pendaki tersebut penuh curiga.
“Jalannya bang, ketutup,” jawab mereka.
“Kabut di pintu gerbang yang ada kebun-kebun blukar, itu kan pintu gerbang. Itu kata mereka waktu itu jarak pandang rapat bener, padahal jelas itu pagi, bukan malem. Enggak bisa dia masuk,” kata Selamet.
Menurut Selamet yang juga merupakan Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Pekon Bahway ini, tidak semua pendaki “diizinkan” masuk.
“Enggak bisa asal-asalan. Kalau memang enggak diizinin masuk enggak bisa, mau sampai kapan pun enggak bisa,” bebernya.
Selamet menceritakan sebulan usai kejadian itu, satu dari dua pendaki tersebut kembali mencoba mendaki Gunung Pesagi dengan jalur yang sama.
“Pulang dia (dua orang pendaki tadi). Sebulan lagi ke sini dia naik, kebuka jalannya, enggak ada kabut. Enggak tahunya temannya yang ikut itu enggak beres,” kata Selamet.
Selamet berpesan bagi seluruh masyarakat yang ingin melakukan pendakian Gunung Pesagi untuk bisa menjaga tata krama dan yang terpenting memiliki niat baik.
“Jika niatnya baik, maka saya yakin bahwa jalannya akan dipermudah, sementara jika niatnya buruk, rintangan akan muncul sebagai hambatan,” tutup Selamet.***










