KRAKATAU.ID, BANDARLAMPUNG — Pakde Abeng tersenyum semringah bercampur haru saat mengetahui pemimpin umat katolik di Provinsi Lampung, Mgr. Vinsensius Setiawan Triatmojo berkenan hadir pada acara bertajuk Temu Kangen Para Pendengar Radio Suara Wajar Bandarlampung, Sabtu (28/10/2023) lalu.
Senyum serupa juga terlihat dari wajah-wajah ratusan anggota Paguyuban Pandemen Campursari Radio Suara Wajar Bandar Lampung yang hadir pada acara itu.
“Alhamduliah untuk acara yang kemarin itu lancar dan alhamdulilah puji syukur Romo Monsinyur (Avien) bisa hadir kami sangat bangga dan kami sangat terima kasih mendapat suport dari beliau, Enggak nyangka sama sekali, Monsinyur Avien bisa hadir. Tapi ya alhamdulilah, puji syukur kami sangat bangga banget,” kata Pakde Abeng yang merupakan Ketua Paguyuban Pandemen Campursari Radio Suara Wajar Bandar Lampung di Bandarlampung, Selasa (31/10/2023).
Menurut Pakde Abeng, anggota dan para pendengar Radio Suara Wajar yang hadir mendapatkan pesan dari Uskup Tanjungkarang untuk selalu menjalin kerukunan dan silahturahmi yang baik.
“Kita mendapat wejangan dari beliau, intinya kita tetap jaga kerukunan, keharmonisan, jaga silahturahmi antara sesama dan antara semua pagutuban dan dari rekan-rekan baik itu dari Paguyuban Suara Wajar maupun dari pihak-pihak studio di Suara Wajar,” jelas Pakde Abeng.
Dijelaskan Paguyuban Pandemen Campursari ini selain temu kangen dengan anggota juga dilakukan potong tumpeng sebagai ungkapan rasa syukur atas ulang tahun Radio Suara Wajar yang ke-50.
“Acaranya kita ya istilahnya temu kangen karena sudah lama kita tidak kumpul-kumpul di studio dan intinya kita ucap syukur bahwa dari pihak studio atau pun radio itu pas kebetulan ulang tahun yang ke-50, jadi ucap syukur, kami dari Pandemen Campursari hanya sekedar buat tumpeng kecil-kecilan.

Pada kesempatan itu, Pakde Abeng juga menyampaikan kiprah paguyubannya selama ini yang kontras akan kegiatan bakti sosial membantu sesama yang membutuhkan.
“Sempet saya pamerkan bahwa dari kegiatan di paguyuban itu sudah banyak melakukan kegiatan yang sifatnya sosial baik itu dari sunatan massal, dari santunan ke pihak panti asuhan tuna netra, dan bantuan kita ke korban tsunami di Kalianda, itu juga sempet kami pamerkan, kami samaikan. Alhamdulilah, puji syukur beliau mensuport dengan adanya itu dan beliau sangat bangga dengan adannya kegiatan-kegiatan yang kita lakukan terutama di Paguyuban Campursari,” paparnya.
Dikatakan Pakde Abeng, paguyubannya telah memprogram untuk menggelar kegiatan bakti sosial berupa sunatan massal pada tahun 2024.
“Kalau untuk waktu dekat ini mungkin belum ada, mungkin untuk tahun depan sudah saya programkan, insyaallah bukannya kita jumawa atau apa, tapi tetep akan kita wujudkan, kita akan mengulang kesuksesan yang sudah ada, kita akan mengadakan sunatan massal,” ungkapnya.
Mewakili Paguyuban Pandemen Campursari Radio Suara Wajar Bandar Lampung, Pakde Abeng menyampaikan selamat dan harapannya.
“Harapan kami sebagai Ketua Paguyuban Pandemen Campursari, intinya cuman kita itu pertama kita guyub rukun jaga silahturahmi, kita saling mendukung dan saling mendekeng, intinya guyub rukun, enggak ada yang lain, intinya itu aja, intinya kita guyub, rukun, saling menjaga, tanpa memandang etnis, suku, agama, intinya kita menyambung silahturahmi,” pungkasnya.***
Yang dateng untuk paguyuban campur sari itu ada sekitar hampir seratusan orang ditambah dengan Gita Kenangan dan Keroncong sebagian, ya mungkin ada sekitar 150-an.












