KRAKATAU.ID, LAMPUNG SELATAN — Petani di Desa Way Gelam, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lampung Selatan tengah dirundung keresahan. Tanaman padi yang baru berusia kurang dari satu bulan habis diserang hama tikus. Serangan ini menyebabkan kerugian yang cukup besar bagi petani, bahkan membuat sebagian dari mereka terancam gagal panen.
Suroto, warga setempat yang akrab disapa Mbah Suro, mengungkapkan bahwa hampir seluruh tanaman padinya diserang tikus tak lama setelah ditanam.
“Ini lagi serabut-serabutan padi, ngebersihin yang baru ditanam. Ini dimakan tikus, iya, karena habis tanem sekitar umur 1-1,5 bulan, ini digasak tikus semuanya. Kami sangat tekor, rugi. Gimana solusinya ya? Dari pemerintah setempat gimana tindakannya? Kami minta bantuan, solusinya seperti apa untuk ngusir hama tikus ini,” ujar Mbah Suro saat ditemui di sawahnya, Sabtu sore (5/7/2025).
Ia menambahkan bahwa kerugian akibat serangan tikus ini bisa mencapai 40-50 persen per hektare. Jika normalnya petani bisa memperoleh Rp30 hingga Rp40 juta dari satu hektare lahan, kini hasilnya jauh dari harapan.
“Aturan satu hektare dapat Rp30-40 juta, ini malah boro-boro Rp20 juta aja enggak dapat. Kalau dinominalkan, kerugiannya sekitar Rp15-20 juta per hektare,” lanjutnya.
Hal senada diungkapkan oleh Paijo, petani lain di desa tersebut. Menurutnya, serangan hama tikus sudah terjadi sejak musim tanam tahun lalu dan semakin parah tahun ini.
“Kalau sekarang ini tikus banyak, kerugiannya besar. Kalau satu hektare habis, gak balik modal, bisa gulung tikar. Di sawah Desa Way Gelam ini diserang tikus dari tahun kemarin. Parahnya, kami enggak boleh pasang strum listrik buat jebakan tikus. Terus solusinya gimana?” ujar Paijo.
Ia menyebutkan bahwa setengah dari lahan padinya yang berukuran satu hektare telah diserang tikus. Modal yang sudah dikeluarkan sebesar Rp10 juta pun terancam hilang separuh.
“Kalau habis mau makan apa? Kadang-kadang modal aja terus, kalau utang kan harus dibayar. Jadi ya gak bisa kebaya kalau gagal panen,” keluhnya.
Para petani berharap agar pemerintah dan dinas terkait segera turun tangan memberikan solusi yang konkret untuk mengatasi serangan hama tikus ini. Mereka meminta adanya tindakan nyata, seperti penyuluhan, bantuan racun tikus, atau cara lain yang lebih efektif agar hasil panen bisa kembali maksimal.***












