KRAKATAU.ID, TULANG BAWANG -— Tak sekadar menjaga keamanan, Satuan Samapta Polres Tulang Bawang, Polda Lampung, kini mengedepankan pendekatan humanis dalam menjaga ketertiban. Salah satunya melalui patroli jalan kaki di tengah keramaian, yang tidak hanya menekan kejahatan, tapi juga memperkuat hubungan sosial antara polisi dan masyarakat.
Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu (25/6) oleh lima personel berseragam dinas di tiga titik vital di Pasar Unit 2, Kampung Dwi Warga Tunggal Jaya, Kecamatan Banjar Agung.
“Kehadiran polisi yang berjalan kaki bukan hanya soal patroli, tetapi bentuk nyata keterlibatan langsung kami dengan masyarakat,” ujar Kasat Samapta Iptu Agus Heri Thama Linto, M.Si, mewakili Kapolres Tulang Bawang, AKBP Yuliansyah, SIK, MH.
Berbeda dari patroli berkendara yang lebih bersifat mobilisasi, patroli jalan kaki memungkinkan interaksi langsung antara petugas dan warga pasar. Polisi menyapa, berdialog, mendengar keluhan, bahkan menerima masukan terkait keamanan di lingkungan mereka.
“Kami tidak hanya melintas, tetapi juga berdialog dan menyerap aspirasi warga. Ini bagian dari upaya membangun kepercayaan publik secara berkelanjutan,” tambah Iptu Linto.
Tiga lokasi yang menjadi titik patroli meliputi toko baju, parkiran motor di RS Mutiara Bunda, serta toko sembako, yang merupakan pusat aktivitas ekonomi dan kerap menjadi sasaran kejahatan jalanan seperti pencurian dan penjambretan.
Selain mencegah tindak kejahatan seperti curas, curat, curanmor (C3) dan kejahatan jalanan lainnya, patroli ini juga disisipkan sosialisasi layanan Call Center Polri 110, yang bisa diakses masyarakat 24 jam secara gratis.
“Kami terus edukasi warga bahwa keamanan bukan hanya tanggung jawab polisi, tetapi juga bisa dibangun bersama dengan komunikasi. Layanan 110 adalah kanal penghubung antara masyarakat dan aparat,” ujarnya.
Langkah ini menunjukkan transformasi pendekatan kepolisian modern yang tidak hanya berfokus pada penindakan, tetapi juga merawat hubungan sosial, empati, dan partisipasi publik dalam menjaga ketertiban.
“Dari patroli jalan kaki, kami mendapat informasi lapangan yang lebih akurat, karena warga merasa lebih nyaman berbicara langsung. Ini jadi bahan evaluasi penting untuk perencanaan patroli berikutnya,” pungkas Iptu Linto.***











