KRAKATAU.ID, LAMPUNG BARAT -– Bukan hanya sekadar ajang perebutan medali, partisipasi Kabupaten Lampung Barat dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Taekwondo Gubernur Lampung Cup I menjadi momen penting dalam strategi jangka panjang pembinaan atlet muda daerah.
Sebanyak 11 atlet muda asal Lampung Barat akan unjuk kemampuan di Gedung Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, pada 29–30 April 2025. Mereka tidak hanya mewakili daerah, tetapi juga membawa semangat regenerasi atlet nasional yang dimulai dari akar rumput.
Ketua Pengkab Taekwondo Lampung Barat, Samrun Hadi, menegaskan bahwa keikutsertaan ini merupakan bagian dari roadmap pembinaan jangka panjang. “Ajang ini kami maknai sebagai langkah penting untuk menempa atlet-atlet muda dari Lampung Barat, agar mereka siap naik ke level kompetisi yang lebih tinggi, baik regional maupun nasional,” ujar Samrun.
Para atlet, yang didominasi oleh kategori pemula dan junior, disiapkan untuk meraih pengalaman sekaligus membentuk mental tanding yang kuat. Dalam jangka panjang, mereka diharapkan menjadi tulang punggung kontingen olahraga Lampung di ajang PON dan kejuaraan internasional lainnya.
“Ini adalah investasi mental dan teknis. Mereka bukan hanya bertanding, tapi sedang ditempa menjadi juara masa depan,” tambah Samrun.
Kejurnas ini juga menjadi ajang silaturahmi dan penguatan sinergi antar Pengurus Cabang (Pengcab) dan Pengurus Kabupaten (Pengkab) Taekwondo se-Indonesia. Kolaborasi ini penting untuk memastikan sistem pembinaan yang berkesinambungan dari daerah hingga pusat.
Hal tersebut diamini oleh Ketua Harian KONI Lampung Barat, Bambang Kusmanto, yang melihat pentingnya soliditas antarpemangku kepentingan olahraga. “Taekwondo bukan hanya tentang fisik dan teknik. Diperlukan ekosistem yang sehat antara pelatih, pengurus, hingga pemerintah daerah. Kami sangat mendukung peran aktif Lampung Barat dalam kancah nasional,” katanya.
Nama-nama seperti Dedi Irawan, Adeleo Frans Jeva Pinem, dan Nevan Perjuangan Manalu mungkin belum banyak dikenal publik, namun lewat kompetisi seperti ini, mereka mulai menapaki jalur prestasi. Dengan usia yang masih sangat muda dan kategori bertanding pemula, potensi mereka sangat besar untuk diasah dan ditingkatkan.
“Kami tidak sekadar mengirim atlet, tapi membentuk karakter juara,” kata salah satu pelatih yang mendampingi.
Ajang Gubernur Lampung Cup I bukan akhir, tapi awal dari perjalanan panjang para atlet Lampung Barat. Target utama bukan hanya medali, tetapi kesiapan mental dan daya juang yang akan menjadi bekal di ajang-ajang berikutnya.
Dengan dukungan penuh dari KONI, Pemkab, dan masyarakat, Lampung Barat terus menunjukkan komitmennya sebagai daerah yang serius membina olahraga dan mengukir prestasi dari generasi muda.***












