Banjir Landa Sawah di Way Gelam, Petani Terancam Rugi Jutaan Rupiah

KRAKATAU.ID, LAMPUNG SELATAN — Desa Way Gelam, Kecamatan Candipuro, Lampung Selatan, kini menghadapi bencana banjir yang merendam sawah-sawah para petani.

Intensitas curah hujan yang sangat tinggi dalam beberapa hari terakhir menjadi penyebab utama terjadinya banjir. Selain itu, posisi geografis Desa Way Gelam yang berada di titik temu genangan air dari beberapa desa tetangga juga memperburuk kondisi tersebut. Tidak hanya air dari Kecamatan Candipuro, namun juga air kiriman dari Kecamatan Sidomulyo dan Kecamatan Way Panji yang mengalir melalui sungai-sungai di sekitar area persawahan.

Waskin, salah seorang petani di desa tersebut, mengungkapkan bahwa sawah miliknya yang terendam banjir hanya sekitar seperempat hektar.

“Sawah saya yang kebanjiran cuma seperempat hektar, sementara yang lainnya belum saya tanami,” ujar Waskin dengan nada penuh kekhawatiran saat ditemui Krakatau.id, Minggu (22/12/2024).

Menurut Waskin di Desa Way Gelam, terdapat sekitar 60 hektar sawah yang sebagian besar sudah terendam banjir. Beberapa petani sudah mulai menanam padi, namun ada pula yang belum bisa memulai tanam karena kondisi lahan yang terendam air.

“Kalau sampai satu minggu terendam, insya Allah masih bisa nanam lagi,” kata Waskin cemas.

Menurut Waskin, biasanya dalam kondisi normal tanpa hujan deras, air akan surut dalam waktu 2-3 hari. Namun, jika hujan terus turun dan air dari daerah lain masih mengalir ke area persawahan, proses penyurutan akan memakan waktu lebih lama.

“Risiko terbesar kalau banjir terus berlanjut, kami harus tanam lagi dan menyemai lagi,” ungkapnya.

Kerugian yang ditanggung para petani di Desa Way Gelam bisa mencapai ratusan juta rupiah. Waskin mengestimasi bahwa untuk sawah seperempat hektar miliknya, ia akan mengeluarkan biaya sekitar 7-8 juta rupiah untuk memulai penanaman kembali.

“Minimal ratusan juta petani di Way Gelam rugi kalau banjir tidak segera surut,” katanya dengan nada prihatin.

Menurutnya banjir yang terjadi di desa ini memang sudah menjadi masalah tahunan saat musim hujan, namun curah hujan yang begitu tinggi kali ini membuat para petani semakin khawatir.

“Banjir di sini memang lagi musimnya, tapi untuk beberapa hari ini bisa dipastikan hujan terus,” tambah Waskin.

Para petani di Desa Way Gelam kini berharap cuaca segera membaik agar mereka bisa kembali melanjutkan kegiatan pertanian mereka, mengingat kerugian yang sudah mereka hadapi. Tanpa penurunan air dan cuaca yang lebih bersahabat, potensi kerugian yang lebih besar bisa terjadi, merugikan perekonomian petani di wilayah tersebut.***