KRAKATAU.ID, BANDARLAMPUNG — Komisi Hubungan Antar Agama dan Kepercayaan (HAK) dan Kerawam Keuskupan Tanjungkarang mempersiapkan diri untuk berpartisipasi dalam Festival Seni Budaya Lintas Agama Kota Bandar Lampung 2024. Acara yang akan digelar pada Sabtu, 24 Agustus 2024, ini akan dimulai dari Tugu Adipura Bandar Lampung pukul 15.30 WIB.
Romo Roy, Ketua Komisi HAK dan Kerawam Keuskupan Tanjungkarang, menjelaskan bahwa pawai dari umat Katolik kali ini mengusung tema “Menjadi Katolik Sejati, dan Indonesia Sejati.” Dalam pawai ini, peserta akan mengenakan pakaian daerah dan nusantara serta menampilkan tarian Muli Siger yang dipersembahkan oleh Orang Muda Katolik.
“Para peserta, termasuk pastor, suster, frater, dan umat, akan membawahi bendera serta tulisan ajakan untuk membangun persaudaraan sejati. Mereka akan melakukan parade di depan panggung VIP sambil menyanyikan lagu ‘Ave Maria,’” kata Romo Roy saat ditemui di Wisma Albertus, Pahoman, Bandarlampung, Jumat (23/8/2024).
Romo Roy menambahkan bahwa total peserta dari umat Katolik yang akan terlibat mencapai 150 orang. Kontingen ini terdiri dari berbagai kelompok termasuk Romo/Diakon, Frater, Suster HK, Suster FSGM, Suster CB, Suster Alma, serta umat dari stasi-stasi seperti Panjang, Teluk Betung, Tanjung Karang, Kedaton, Way Kandis, dan berbagai organisasi Katolik seperti Wanita Katolik RI, PMKRI, Pemuda Katolik, Vox Point, Kerahiman, Legio Maria, dan Orang Muda Katolik.
“Dengan semangat persatuan dan keberagaman, partisipasi Komisi HAK dan Kerawam Keuskupan Tanjungkarang diharapkan dapat menambah kemeriahan dan memperkuat tali persaudaraan di Kota Bandar Lampung,” imbuh Romo Roy.
Sementara itu Koordinator Pelaksana Festival Seni Budaya Lintas Agama Kota Bandar Lampung 2024 dari Komisi HAK dan Kerawam Keuskupan Tanjungkarang, Agustinus Warso, memberikan update terkait persiapan kegiatan ini. Dalam wawancaranya, Agustinus menjelaskan bahwa persiapan untuk acara ini telah mencapai 90% dan diharapkan selesai sepenuhnya malam ini.
“Kami tengah menyiapkan seluruh anggota, mulai dari Romo dan Diakon hingga komunitas suster dan umat lainnya di Bandar Lampung. Kami berharap partisipasi aktif ini dapat memperkenalkan kami lebih dekat dengan masyarakat dan mempromosikan kerukunan antaragama. Dengan persiapan yang hampir selesai, kami yakin bahwa kami akan siap mengikuti karnaval besok,” ungkap Agustinus.
Agustinus juga menjelaskan tema yang diusung oleh Keuskupan Tanjungkarang untuk karnaval ini, yaitu “Menjadi Katolik Sejati dan Indonesia Sejati.” Tema ini bertujuan untuk menunjukkan peran serta gereja dalam kehidupan berbangsa dan bernegara sebagai wujud nyata dari iman Katolik. Kegiatan ini diharapkan dapat menunjukkan bahwa gereja tidak hanya berfokus pada kegiatan internal, tetapi juga aktif dalam masyarakat dan berkontribusi pada kerukunan umat beragama.
“Kami ingin karnaval ini menjadi kesempatan untuk membangun dan menggelorakan kerukunan umat beragama. Kami percaya bahwa keluar dari zona nyaman dan berbaur dengan masyarakat adalah langkah penting untuk mewujudkan pesan ini. Selain itu, kami juga ingin menunjukkan bahwa gereja terbuka dan terlibat dalam kehidupan budaya, sehingga nilai-nilai Katolik dapat selaras dengan budaya lokal dan berkontribusi pada kekuatan bangsa dan negara,” tambah Agustinus.
Untuk diketahui, Festival Seni Budaya Lintas Agama Kota Bandar Lampung 2024 akan diawali dengan sambutan dan pembukaan oleh Walikota Bandar Lampung, Eva Dwiana. Selain itu, acara pembukaan juga akan diisi dengan Deklarasi Damai Kota Bandar Lampung yang diikuti oleh pemuka agama dan Forkopimda.***











