KRAKATAU.ID, PESISIR BARAT — Pantai Batu Gukhi sangat tersohor di kalangan wisatawan, tidak hanya dari Lampung bahkan dari luar. Pemandangan pantai yang masih asri ini memesona wisatawan yang berkunjung ke salah satu destinasi wisata di Pesisir Barat ini. Pantai ini berada di Pulau Pisang, tepatnya di sisi paling utara.
Yudi, pengunjung asal Bandarlampung mengungkapkan pengalamannya keindahan pantai ini, bukan hanya Batu Gukhi namun spot lain di Pulau Pisang. Selain menikmati keelokan Pantai Batu Gukhi, pengunjung dapat melihat dataran Pugung Tampak.
“Pemandangannya kalau dari Pulau Pisang itu kita lihat dataran yang di Pugung Tampak. Pugung Tampak adalah area yang mau ke arah ke Bengkulu, jalan mau yang ke Bengkulu,” kata Yudi saat menceritakan pengalaman wisatanya ke Pulau Pisang beberapa waktu lalu kepada Krakatau.id, Senin (27/5/2024).
Untuk menuju Pantai Batu Gukhi lanjut Yudi, pengunjung harus menyebrang ke Pulau Pisang menggunakan perahu jukung dengan tarif Rp40-50 ribu.
“Perahu kalau kita dari Krui sekitar 1-1,5 jam, andaikan dari Tembaka satu batang rokok enggak abis kalu cuaca bagus. Tarifnya antara Rp40-50 ribu,” kata dia.
Menurut Yudi bagi pengunjug atau wisatawan yang hendak berenang atau mandi di Pantai Gukhi untuk terlebih dahulu melihat kondisi ombaknya.
“Kalau buat mandi (berenang) seharusnya kita lihat-lihat dulu ombaknya bagaimana kan? Tapi ada yang lebih aman nama tempatnya itu Waring. Di situ itu aman untuk anak-anak enggak terlalu tinggi ombaknya, lagian karangnya juga enggak terlalu banyak,” kata dia.
Yudi menjelaskan Pantai Gukhi dan spot wisata lain di Pulau Pisang banyak diserbu pengunjung pada saat liburan hari besar atau pada saat weekend.
“Banyak wisatawan ke sana apalagi hari-hari besar, hari raya. Kalau weekand pasti ada wisatawan ke sana, puluhan wisatawan ke sana. Kebanyakan dari luar dari Krui,” jelasnya.
Untuk fasilitas yang tersedia di Pulai Pisang kata Yudi tersedia beberapa penginapan dan home stay. “Fasilitasnya kalau sekarang paling ada penginapan cuma berapa tempat itu ya,” imbuhnya.
Pengunjung juga dapat menjelajah Pulau Pisang dengan menggunakan kendaraan roda dua warga setempat.
“Andaikan kita mau sama warga sana minta keliling ada, cuma biaya berapa kurang paham, tergantung dego antara wisatawan dengan warga setempat,” pungkasnya.***





