KRAKATAU.ID, GISTING — Pojok Kopi Tanggamus, sebuah unit bisnis yang digagas oleh Pemuda Katolik Tanggamus, telah resmi diluncurkan dan mendapatkan sambutan positif dari berbagai pihak. Acara peluncuran yang berlangsung di parkiran Gereja St. Pius X Gisting ini, turut dihadiri oleh Pastor Paroki, Dewan Pastoral, umat setempat, serta generasi muda pecinta kopi.
Dimas Prastomo, salah satu pemuda yang terlibat langsung dalam proyek ini, mengungkapkan bahwa Pojok Kopi merupakan realisasi dari rencana yang telah dipersiapkan sebelumnya.
“Puji Tuhan, Pastor Paroki dan Pastor Moderator kami memberikan dukungan penuh. Respon dari umat, khususnya para pemuda pecinta kopi, juga sangat positif,” ujar Dimas dalam sambutannya, Sabtu (29/3/2025).
Lebih lanjut, Dimas menjelaskan bahwa tujuan dari Pojok Kopi adalah untuk menjadi tempat berkumpul bagi para pemuda dan pemerhati gereja, serta untuk mengembangkan jiwa wirausaha di kalangan kader Pemuda Katolik.
“Kopi robusta Tanggamus sudah terkenal hingga ke mancanegara, dan kami berharap usaha ini dapat memberdayakan potensi lokal, sekaligus menjadi wadah edukasi bagi generasi muda Katolik,” tambahnya.
Kabupaten Tanggamus sendiri dikenal sebagai salah satu penghasil kopi terbesar di Provinsi Lampung setelah Lampung Barat. Hal ini membuat produk kopi Tanggamus, khususnya kopi robusta, memiliki kualitas yang terjaga dan sudah terjalin kemitraan dengan perusahaan kopi besar dunia.
Pojok Kopi Tanggamus menawarkan kopi asli Tanggamus dengan merek Kopi Arane, yang diproduksi dari biji kopi pilihan dari petani lokal di Pulau Panggung, Tanggamus. Kerjasama yang terjalin antara Pemuda Katolik dan petani kopi setempat, menjadikan usaha ini lebih dari sekadar kedai kopi, tetapi juga sebagai bentuk pemberdayaan ekonomi lokal.
Konsumen yang datang untuk mencicipi kopi di Pojok Kopi memberikan respons positif. Sebagian pengunjung yang gemar kopi hitam menyebutkan bahwa rasa kopi tersebut “mantap,” meskipun bagi pemula, kopi terasa sedikit pahit, namun tetap nikmat.
Dimas juga mengungkapkan bahwa rencana jangka panjang Pojok Kopi meliputi pembinaan dan pelatihan barista, serta pelatihan bagi petani kopi muda yang tergabung dalam Pemuda Katolik.
“Dengan harapan, usaha ini akan berkembang lebih besar dan lebih melibatkan komunitas muda Katolik setempat. Ke depannya, Pojok Kopi juga berencana menjadi sebuah “Cafe Gereja” yang menyajikan menu lebih beragam, dengan melibatkan lebih banyak bakat lokal, kata dia.
Dalam kesempatan terpisah, Falentinus Andi, Ketua Pemuda Katolik Komisariat Daerah (KOMDA) Lampung, mengungkapkan harapannya terhadap Pojok Kopi.
“Dengan potensi yang ada, Pojok Kopi Tanggamus diharapkan dapat menjadi pusat pertemuan bagi komunitas muda Katolik dan menjadi motor penggerak perekonomian lokal di Kabupaten Tanggamus,” katanya.***






