KRAKATAU.ID, PRINGSEWU — Gerakan menanam pohon dilakukan di sepanjang jalur pendakian menuju lokasi wisata camping ground Calliandra Hills, Pekon Selapan, Kecamatan Pardasuka, Kabupaten Pringsewu, Sabtu (9/3/2024). Ratusan peserta yang terdiri dari mahasiswa, pelajar, pemuda dan warga Pekon Selapan ini berhasil menanam sebanyak 960 bibit pohon dari berbagai macam jenis.
Koordinator aksi Sr. Vincentia, HK menjelaskan bahwa aksi tanam pohon ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Hutan Se-Dunia 21 Maret 2024.
“Aksi ini sebagai salah satu cara meningkatkan kesadaran kita semua akan pentingnya hutan dan pepohonan bagi kehidupan bersama. Hutan memiliki kemampuan sebagai regulator air yang mampu mengatur, menyokong proses alami dan menyediakan air bila dibiarkan secara alami,” kata Sr. Vincentia dalam sambutannya di Basecam Calliandra Hills, Sabtu (9/3/2024).
Menurut Sr. Vincentia yang aktif di Gerakan Laudato Si’ Indonesia ini menjelaskan bahwa hutan adalah masa depan seluruh ciptaan di mana manusia menjadi salah satu ciptaan diantara ciptaan lain.
“Terhadap hal ini perlu edukasi kepada masyarakat dalam hal ini orang muda untuk dapat berpartispasi dengan cara belajar menanam dan merawatnya. Kita membutuhkan kepedulian dari berbagai pihak untuk menjaga lingkungan, hutan dan keanekaragaman hayatinya,” tutupnya.

Kepala Pekon (Kakon) Selapan Maryono menyampaikan rasa terima kasihnya pada berbagai elemen pelajar dan mahasiswa yang terlibat dalam menghijaukan Calliandra Hills.
“Alhamdulilah terima kasih kepada Laudato Si’ Indonesia yang telah mensupport dan mahasiswa dari katolik, Itera, Unila, STIE Gentiaras dan SMA Xaverius Bandarlampung, terima kasih sudah mensupport untuk menanam di Calliandra Hills yang ada di Desa Selapan, terima kasih. Dan semangat sekali walaupun, hujan cuaca mendung berawan namun kawan-kawan semua ini semangat sekali, terima kasih,” kata Maryono di Calliandra Hills.
Kakon Selapan ini berharap kegiatan ini dapat dilaksanakan secara rutin dengan beberapa harapan, selain bertujuan untuk merawat alam juga sebagai ajang untuk menjalin kerukunan.
“Yang pasti menanam adalah kewajiban kita semua, dengan menanam ini nisa menghijaukan kembali bumi kita dan harapannya karena tanaman yang kita tanam ini jenis buah-buahan, sehingga dapat membantu warga Pekon Selapan dan kedepan harapan dapat kita laksanakan secara berkesinambungan walaupun tidak tiap tahun paling tidak dua tahun sekali ini bisa kita jalin dan juga yang pasti silahturahmi dan jalinan kita untuk menjalin kebhinekaan yang ada di Rebublik Indonesia,” pungkasnya.

Stefanus Rian dari Pramuka Minat Xavepa (SMA Xaverius Bandarlampung) yang ikut dalam aksi tanam pohon mengaku merasa terkesan. “Kesan saya mengikuti kegiatan ini sangat luar biasa bisa belajar untuk mencintai alam, menjaga bumi kita,” kata dia.
Peserta lain dari STIE Gentiaras Bandarlampung, Cicilia Novi Andri Astuti merasa tersadar untuk terus menjaga lingkungan dan mencintai bumi.
“Kami sangat senang bisa berpartisipasi dalam kegiatan menanam pohon ini karena ini merupakan kali pertama atau kesempatan yang sangat baik yang bisa kami ikuti sekarang. Harapannya dengan ikut serta dalam menanam pohon ini kami semakin sadar untuk menjaga lingkungan dan mencintai bumi,” kata Cicilia.
Untuk diketahui kegiatan ini adalah kolaborasi antara Laudato Si’ Indonesia Chapter Lampung dan Pemerintah Pekon Selapan. Peserta aksi tanam pohon ini diantaranya Keluarga Mahasiswa Katolik (KMK) Universitas Lampung (Unila), Institut Teknologi Sumatera (ITERA) dan STIE Gentiaras. Selain itu Siswa Pencinta Alam (Sicita) SMA Xaverius Bandarlampung, Pramuka Minat SMA Xaverius Bandarlampung, Orang Muda Katolik (OMK) Stasi Gedong Tataan, Umat Katolik Lingkungan Limau Paroki Santo Yusup Pringsewu, Umat Katolik Stasi Ambarowo Paroki Santo Yusup Pringsewu, warga Pekon Selapan, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Pekon Selapan, dan Karang Taruna Pekon Selapan.

Gerakan Menanam Pohon ini juga dihadiri juga Romo Laurentius Totok Subiyanto, Pr selaku pendamping aksi taham pohon, Babinsa Koramil 424-10/Pardasuka Peltu Khoirunsyah, Babinsa Koramil 424-10/Pardasuka Kodim 0424/Tanggamus Serda Husnadi, Babinkamtibmas Pekon Selapan Brigpol Fikri Hidayatulah dan Sutiyo Budi selaku Penyuluh Kehutanan Swadaya Masyarakat.***






