KRAKATAU.ID, BANDARLAMPUNG — KRAKATAU.ID, BANDARLAMPUNG — Kegiatan Temu Muda-mudi Katolik Stasi Kedaton 2025 menjadi bukti bahwa kaum muda Gereja memiliki semangat besar untuk berproses dan bertumbuh bersama dalam iman. Kegiatan ini diikuti oleh mayoritas orang muda Katolik yang berusia 27 tahun ke atas bertempat di Asilo Hermelink pada Minggu (09/11/2025). Berdasarkan rundown acara yang disusun dengan rapi dan penuh makna, kegiatan ini tidak hanya menghadirkan keseruan, tetapi juga sarat nilai pembentukan karakter, spiritualitas, dan solidaritas di antara generasi muda Katolik.
Sejak pagi, suasana penuh semangat sudah tampak dari kegiatan registrasi dan pembukaan. Para peserta disambut dengan hangat oleh panitia muda yang sigap dan kompak. Setelah sambutan dari Ketua Paguyuban, acara dilanjutkan dengan games perkenalan yang menghadirkan tawa dan keakraban, mencairkan suasana sekaligus menumbuhkan rasa kebersamaan sejak awal.
Sesi utama bertajuk “Orang Muda Berkisah” menjadi ruang reflektif bagi peserta untuk berbagi pengalaman iman dan perjuangan hidup mereka sebagai orang muda Katolik di tengah tantangan zaman. Melalui sesi ini, para peserta diajak menilai arah hidupnya, memperdalam makna pelayanan, serta meneguhkan panggilan untuk menjadi terang di tengah masyarakat.
Secara teknis, para peserta diminta untuk memperkenalkan dirinya masing-masing selama tiga menit, mulai dari nama hingga alasan atau motivasi mengikuti kegiatan temu muda-mudi ini. Panitia kemudian mencatat seluruh pembicaraan yang disampaikan oleh para peserta. Pendekatan seperti ini menunjukkan bagaimana Gereja berusaha mendengarkan suara kaum muda, bukan hanya mengajar, tetapi juga memberi ruang bagi mereka untuk bersuara.
Rangkaian acara pun dibuat seimbang antara unsur reflektif dan rekreatif. Misalnya, adanya coffee break dan games penyegaran setelah sesi yang berat menunjukkan bahwa panitia memahami kebutuhan psikologis peserta muda: bahwa belajar dan berproses tidak harus kaku. Inilah bentuk inkulturasi semangat Injil dalam gaya hidup anak muda yang kreatif, dinamis, dan penuh sukacita.
Dalam games, panitia meminta peserta untuk menunjukkan kekompakannya lewat gaya yang harus mereka ciptakan sesuai arahan panitia. Selain kekompakan, peserta juga diajak untuk menumbuhkan rasa kedekatan antara satu peserta dengan peserta lainnya.
Menarik pula melihat sesi “Who Am I?” dan “Quo Vadis Orang Muda” yang mengangkat pertanyaan tentang identitas dan arah perjalanan hidup. Pada materi ini, Wiyadi selaku pemateri mengajak para peserta untuk mencari tahu seperti apa rasa syukur orang muda Katolik saat ini dan membayangkan mimpi besar mereka ke depan.
Pemateri selanjutnya, Romo Dami, dalam penyampaiannya mengajak para orang muda Katolik untuk mengeluarkan kemampuan atau potensi yang dimiliki, supaya mampu membawa sukacita dalam setiap karya — baik untuk diri sendiri maupun orang lain (dalam pekerjaan, pelayanan, dan sebagainya).
Dalam materi lain yang dibawakan oleh Fr. Valdi, beliau menyampaikan bahwa persekutuan iman dapat memberi kekuatan bagi orang muda Katolik untuk terus bermisi agar mampu mencapai tujuan hidup seorang Katolik.
Selain itu, hadirnya Pemuda Katolik Session bersama komunitas kategorial juga memberikan wawasan baru bahwa pertumbuhan iman tidak berhenti di satu kegiatan, tetapi ada wadah lain yang membantu para orang muda Katolik untuk berkarya di tengah masyarakat. Ini menjadi langkah konkret agar semangat muda Katolik tidak hanya menyala sesaat, melainkan terus bertumbuh dalam pelayanan nyata.
Secara keseluruhan, Temu Muda-mudi Katolik Stasi Kedaton 2025 memperlihatkan perencanaan yang matang dan visi pastoral yang jelas, antara lain menggerakkan orang muda agar berani menjadi saksi Kristus dengan cara yang gembira dan relevan dengan zaman. Kegiatan ini menjadi ruang perjumpaan yang menyegarkan, tempat para muda-mudi belajar, tertawa, merenung, dan membangun jaringan persaudaraan lintas lingkungan.
Dalam konteks sosial saat ini, kegiatan seperti ini sangat penting. Di tengah maraknya tantangan moral, derasnya arus media sosial, serta menurunnya minat kaum muda pada kegiatan rohani, Temu Muda-Mudi Katolik Stasi Kedaton hadir sebagai oase yang menghidupkan kembali semangat iman dan kebersamaan.
Semoga kegiatan ini menjadi inspirasi bagi komunitas lain untuk terus menumbuhkan semangat pelayanan kaum muda. Harapannya, kegiatan ini tidak berhenti sampai di sini, tetapi menjadi keberlanjutan untuk menumbuhkan harapan bersama di antara kaum muda Katolik — khususnya di Paroki Kedaton maupun Keuskupan Tanjungkarang. Sebab, di tangan merekalah masa depan Gereja dan masyarakat dibangun dengan cinta, kreativitas, dan iman yang hidup.***
Penulis : Ignatius Limpad K., S.M. – Ketua Pemuda Katolik Komcab Bandarlampung





