19 Perguruan Tinggi se-Indonesia Ikuti Matchup dan Bimtek Program Apindo UMKM Merdeka × Magang Berdampak 2025

KRAKATAU.ID, BANDARLAMPUNG -— Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Provinsi Lampung sukses menggelar kegiatan Matchup dan Bimbingan Teknis (Bimtek) dalam rangka pelaksanaan Program UMKM Merdeka × Magang Berdampak untuk wilayah penempatan Lampung.

Kegiatan ini berlangsung di Green UMKM Bank Sampah Sahabat Gajah, Lampung Selatan, yang merupakan inisiatif dari Coca-Cola Europacific Partners Indonesia. Acara berjalan dengan lancar dan mendapat antusiasme tinggi dari para peserta.

Sebanyak 23 mahasiswa dari 19 perguruan tinggi se-Indonesia mengikuti program ini. Mereka terbagi dalam lima kelompok untuk mendampingi lima UMKM unggulan yang menjadi mitra dalam program, yaitu:

  • Bakpia Hanipuan – sektor kuliner
  • Villa Rindu Alam Batu Putuk – sektor pariwisata
  • Mama Bakery – sektor kuliner
  • BSD Solution – sektor jasa
  • Bank Sampah Sahabat Gajah – sektor lingkungan

Kegiatan matchup menjadi momen penting bagi mahasiswa dan UMKM untuk saling mengenal, memahami kebutuhan satu sama lain, serta menyusun strategi kolaborasi yang efektif. Sementara itu, sesi bimtek difokuskan pada pembekalan teknis, guna memastikan kesiapan mahasiswa dalam memberikan pendampingan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing UMKM.

Setelah kegiatan ini, mahasiswa akan melakukan observasi lapangan untuk melihat langsung kondisi UMKM mitra. Observasi dilakukan berdasarkan panduan KPI program yang mencakup aspek seperti tata kelola usaha, pemasaran, digital marketing, hingga strategi pengembangan usaha. Hasil observasi akan dirumuskan dalam bentuk program kerja yang disusun bersama pelaku UMKM.

Selama satu semester penuh, dari Agustus hingga Desember 2025, mahasiswa akan aktif memberikan pendampingan harian kepada UMKM. Diharapkan, kegiatan ini mampu memberikan dampak berkelanjutan bagi peningkatan kapasitas dan daya saing UMKM lokal.

Ketua Apindo Lampung, Ary Meizari Alfian, S.E., MBA, menyampaikan bahwa program ini merupakan bentuk sinergi nyata antara dunia usaha dan dunia pendidikan.

“Dengan hadirnya mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, kita ingin menciptakan ekosistem pendampingan yang berdampak langsung bagi UMKM, sekaligus menjadi wadah pembelajaran nyata bagi mahasiswa. Kolaborasi ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing UMKM lokal dan membekali generasi muda dengan pengalaman praktis yang relevan,” ujarnya.

Program UMKM Merdeka × Magang Berdampak yang diinisiasi Apindo diharapkan dapat menjadi model kolaborasi lintas sektor yang tidak hanya memberi manfaat akademik bagi mahasiswa, tetapi juga menciptakan dampak ekonomi konkret bagi UMKM di daerah.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *