KRAKATAU.ID, BANDAR LAMPUNG – Perayaan Natal Oikoumene Umat Kristiani Provinsi Lampung Tahun 2025 menjadi simbol kuat persatuan lintas denominasi gereja sekaligus wujud nyata komitmen umat Kristiani dalam merawat harmoni sosial di tengah masyarakat majemuk. Kegiatan ini dirancang tidak hanya sebagai perayaan iman, tetapi juga sebagai ruang kebersamaan dan kolaborasi antargereja serta lintas latar belakang.
Vikaris Jenderal Keuskupan Tanjungkarang, RD. Adrianus Satu Manggo, menegaskan bahwa Natal merupakan peristiwa iman yang mengikat seluruh umat Kristiani dalam satu harapan akan keselamatan. Kelahiran Yesus Kristus, menurutnya, adalah tanda nyata kasih Allah yang tidak pernah meninggalkan manusia.
“Natal mengingatkan kita bahwa Allah hadir dalam kesederhanaan untuk menyelamatkan manusia. Karena itu, iman akan Natal harus tampak dalam sikap hidup yang terbuka, saling menerima, dan peduli terhadap sesama,” ujar Romo Manggo dalam keterangan tertulis, Selasa (6/1/2025).
Ia menambahkan, semangat Natal mendorong umat Kristiani untuk membangun kehidupan bersama yang adil dan bermartabat, tanpa dibatasi oleh sekat golongan, suku, maupun agama.
Perayaan Natal Oikoumene Provinsi Lampung Tahun 2025 mengusung tema nasional “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga” (Matius 1:21–24) yang ditetapkan oleh Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) dan Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI). Tema ini menegaskan peran keluarga sebagai fondasi utama dalam membangun iman, persatuan, dan kehidupan sosial yang harmonis.
Ketua Umum Perayaan Natal Oikoumene Umat Kristiani Provinsi Lampung Tahun 2025, Hartarto Lojaya, mengatakan bahwa Natal Oikoumene menjadi sarana memperkuat kesatuan gereja sebagai satu tubuh Kristus. Menurutnya, kebersamaan antargereja menjadi pesan penting yang ingin disampaikan kepada masyarakat luas.
“Melalui Natal Oikoumene, kami ingin menunjukkan bahwa gereja-gereja di Lampung bisa berjalan bersama, saling mendukung, dan hadir untuk masyarakat,” kata Hartarto.
Rangkaian kegiatan akan dipusatkan di Gedung Graha Wangsa, Jalan Yos Sudarso No. 272, Kecamatan Bumi Waras, Kota Bandar Lampung. Selain perayaan puncak Natal Oikoumene yang dijadwalkan berlangsung pada 9 Januari 2026 pukul 13.00–17.00 WIB dengan estimasi peserta hampir 2.000 orang, panitia juga menggelar bakti sosial pada 14 Desember 2025.
Menariknya, sasaran bakti sosial tidak hanya lembaga Kristen, tetapi juga Pondok Pesantren Al Hikmah di Bandar Lampung. Keterlibatan lintas agama ini dinilai sebagai pesan kuat bahwa Natal Oikoumene hadir untuk mempererat persaudaraan dan toleransi di Provinsi Lampung.
Selain itu, perayaan Natal Oikoumene 2025 juga akan diwarnai dengan penggalangan dana bagi korban banjir di sejumlah wilayah Sumatera sebagai bentuk kepedulian bersama terhadap masyarakat terdampak bencana.
Perayaan ini terselenggara atas kerja sama berbagai unsur gereja, di antaranya Keuskupan Tanjungkarang, PGIW Lampung, GGBI BPD Lampung, GMAHK Daerah Lampung, PGLII Wilayah Lampung, PGPI Wilayah Lampung, Gereja Advent, Gereja Baptis, serta PGTI Wilayah Lampung.
Sementara itu, Ketua Komisi Hubungan Antar Agama dan Kepercayaan (HAK) Keuskupan Tanjungkarang, RD. Philipus Suroyo, menekankan bahwa Natal harus menjadi inspirasi untuk membangun masyarakat yang rukun dan berkelanjutan.
“Ketika keluarga-keluarga dipenuhi cinta kasih, maka persatuan, kepedulian, dan tanggung jawab menjaga kehidupan bersama akan tumbuh dengan sendirinya. Inilah semangat Natal yang ingin kita hidupi bersama di Lampung,” tutup Romo Roy.***






