Jesika dan Sepeda Motornya yang Kembali Pulang

KRAKATAU.ID, BANDAR LAMPUNG — Sinar matahari pagi belum terlalu terik ketika Jesika Mirna Sari, warga Dusun Lima, Desa Sidodadi Asri, Kecamatan Jati Agung, Lampung Selatan, melangkah masuk ke Mapolda Lampung, Senin (18/8/2025). Tangannya sedikit gemetar saat menyentuh kembali sepeda motor miliknya—kendaraan sederhana yang telah menjadi saksi perjuangannya bekerja dari desa ke desa, kini utuh di hadapannya, setelah sempat direnggut paksa oleh seorang begal bersenjata.

Jesika tak menyangka hari itu akan datang. Wajahnya sempat tegang, namun berubah menjadi lega saat menerima kunci motor dari tangan langsung Kapolda Lampung, Irjen Pol. Helmy Santika, dalam konferensi pers pengungkapan hasil Operasi Sikat Krakatau 2025.

“Terima kasih untuk Kapolda, karena sudah mengembalikan motor ini dengan utuh dan sudah menangkap pelakunya,” ucap Jesika penuh haru saat berbincang dengan Krakatau.id, di Mapolda Lampung, Senin (18/8/2025).

“Semoga Polda Lampung semakin sukses dan semakin maju,” ucapnya lagi.

Ketika Pagi Biasa Berubah Mencekam

Kisah itu bermula pada 31 Juli 2025, pukul 10.45 WIB. Jesika tengah bekerja di sebuah koperasi di Desa Mulyosari, Kecamatan Tanjung Sari—jarak yang cukup jauh dari rumahnya. Ia melewati jalur kebun yang sepi, sebagaimana rutinitas hariannya.

Namun pagi itu tak biasa.

“Saya lagi kerja, terus tiba-tiba ada orang muncul dari semak-semak. Dia langsung todongkan pistol,” kisah Jesika. “Saya langsung kasih aja motornya. Waktu itu saya sendirian, di tengah-tengah kebun. Enggak ada yang nolong,” cerita Jesika.

Satu pelaku. Satu senjata. Dan satu perempuan yang tak bisa melawan. Namun, Jesika tidak diam. Ia segera melapor ke Polsek Tanjung Bintang setelah kejadian. Laporannya masuk ke sistem, dan harapannya agar motornya kembali, meski tipis, tetap dia pegang erat.

Harapan Itu Datang Lagi

Waktu berlalu. Hingga 11 Agustus 2025, sebuah panggilan telepon datang dari pihak kepolisian. Motornya ditemukan. Dan pelaku ditangkap.

Motor yang sempat melintasi jalur kejahatan kini pulang ke pemiliknya. Tak hanya kembali utuh, tapi juga menjadi simbol kecil dari kerja besar yang dilakukan aparat kepolisian dalam Operasi Sikat Krakatau 2025.

Operasi yang digelar sejak 4–17 Agustus 2025 ini berhasil meringkus 319 tersangka dari berbagai tindak kejahatan jalanan di seluruh wilayah hukum Polda Lampung. Para pelaku ditangkap dari kasus pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas), hingga pencurian kendaraan bermotor (curanmor).

Operasi yang Mengembalikan Nyawa Kehidupan

Dalam konferensi pers di Gedung Serba Guna (GSG) Polda Lampung, tampak ratusan tersangka dijejerkan. Barang bukti yang disita meliputi 9 unit mobil, 101 sepeda motor, 75 unit ponsel, dan 5 senjata api.

Bagi Jesika, yang hadir bukan sebagai korban, tapi sebagai perempuan yang menolak menyerah pada ketakutan, operasi itu bukan sekadar daftar angka dan barang bukti. Itu adalah perpanjangan harapan. Bukti bahwa negara masih hadir di sela-sela cerita warga kecil.

“Motornya kembali. Saya bisa kerja lagi seperti biasa,” tuturnya sambil tersenyum. “Dan saya lebih hati-hati sekarang.”

Ketika Keadilan Menemukan Jalan Pulang

Jesika mungkin hanya satu dari ratusan korban kejahatan jalanan. Tapi kisahnya hari ini menjadi simbol dari apa yang bisa dicapai saat aparat bertindak cepat dan tegas. Di tengah ratusan kasus, sepeda motor milik perempuan dari Dusun Lima itu menjadi salah satu yang berhasil pulang. Dan bagi Jesika, itu lebih dari cukup.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *