Rayakan 800 Tahun Gita Sang Surya, FSGM Gerakkan Aksi Tanam Mangrove di Pesawaran

KRAKATAU.ID, PESAWARAN -– Dalam semangat merawat bumi dan memperingati momen-momen bersejarah, kegiatan penanaman mangrove digelar di Ekowisata Mangrove Cuku Nyinyi, Desa Wisata Sidodadi, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran, pada Sabtu (12/7/2025).

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian perayaan Tahun Yubileum 2025, sekaligus memperingati 25 tahun berdirinya SMA Fransiskus dan 800 tahun Gita Sang Surya (Kidung Segenap Ciptaan)—sebuah tonggak penting dalam sejarah Kongregasi Fransiskan St. Georgius Martir (FSGM) Indonesia.

Acara diikuti oleh para guru dan siswa Fransiskus, para suster FSGM, Dinas Kehutanan, dan Laudato Si Keuskupan Tanjungkarang. guru, alumni SMA Fransiskus, anggota kongregasi FSGM, serta masyarakat lokal yang peduli terhadap pelestarian lingkungan pesisir.

Ketua Yayasan Dwi Bakti, Sr. M. Editha FSGM, menyampaikan bahwa penanaman mangrove ini menjadi wujud syukur atas perjalanan pelayanan, serta implementasi nyata dari Arah Dasar (ArDas) Keuskupan Tanjungkarang Tahun ke-VIII, yang bertema “Peziarah Harapan Bersinergi Bersama Segenap Ciptaan Menyongsong Generasi Emas.”

“Momen ini sekaligus menyatu dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup pada 19 Juni dan Hari Mangrove Sedunia pada 26 Juli. Kegiatan hari ini adalah bagian dari semangat Laudato Si’ yang mengajak kita menjaga bumi sebagai rumah bersama,” ujar Sr. Editha.

Ia pun menyampaikan terima kasih kepada panitia dan semua pihak yang telah bekerja keras hingga acara ini dapat terlaksana dengan baik.

Sementara itu dalam sambutannya, Uskup Tanjungkarang, Mgr. Vinsensius Setiawan Tlriatmojo, menekankan pentingnya kesadaran dan perubahan mentalitas dalam merawat lingkungan.

“Gerakan kecil seperti ini dapat menjadi awal dari aksi yang lebih besar bagi bumi Lampung. Perubahan dimulai dari cara kita memandang lingkungan—tidak lagi sebagai tempat membuang, tetapi sebagai bagian dari diri kita sendiri,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya edukasi lintas generasi dan memastikan aksi lingkungan seperti ini tidak berhenti sebagai formalitas belaka, namun berkelanjutan dan ditanamkan dalam hati generasi muda.

Kepala SMA Fransiskus Bandarlampung, Sr. M. Floriani FSGM, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan hanya menanam pohon, tetapi juga menyemai harapan dan membangun masa depan yang lestari.

“Dalam setiap akar yang tumbuh, ada jejak kepedulian kita. Dalam setiap daun, ada nafas hidup yang kita perjuangkan. Menanam adalah ibadah, dan merawat ciptaan adalah panggilan iman,” ungkapnya penuh semangat.

Menurut Sr. Floriani Penanaman mangrove ini menjadi simbol harapan dan langkah awal menuju masa depan yang lebih baik—bagi bumi, bagi sesama, dan bagi generasi yang akan datang.

“Sebagaimana semangat St. Fransiskus Assisi, kegiatan ini mengajak seluruh insan untuk menyapa ciptaan sebagai saudara, menjaga alam dengan penuh kasih, dan menjalani kehidupan yang selaras dengan semesta,” katanya.

“Mari kita satukan hati dan tekad demi keutuhan rumah bersama, sebagai tanda bakti kepada Tuhan dan warisan bagi generasi mendatang,” tutup Sr. Floriani.

Untuk diketahui, hadir pada acara ini, Sodikin, S.Sos. M.Si Kepala Seksi Penguatan Kelembagaan BPDAS Way Seputih Way Sekampung Kehutanan, Romo Laurentius Totok Subiyanto dari Tim Laudatu Sie Keuskupan, Sr. M. Elfrida Ketua Panitia rangkaian kegiatan, Koordinator sie Laudato Sie dalam rangkaian kegiatan Sr. M. Huberta.***

Penulis : Sr. M. Fransiska FSGM