KRAKATAU.ID, BANDARLAMPUNG -— Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung terus mengukuhkan perannya sebagai pembina utama statistik sektoral melalui penyelenggaraan Focus Group Discussion (FGD) Sosialisasi Standar Pelayanan dan Pembinaan Statistik Sektoral, yang digelar hari ini di Emersia Hotel & Resort Lampung.
Kegiatan ini bertujuan untuk menyempurnakan standar pelayanan statistik, meningkatkan efektivitas pembinaan sektoral, serta memperkuat kolaborasi lintas lembaga demi menghadirkan data yang akurat dan dapat diandalkan sebagai landasan kebijakan pembangunan daerah.
FGD dibuka langsung oleh Kepala BPS Provinsi Lampung, Ahmadriswan Nasution, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya pendekatan kolaboratif antarinstansi dan pemangku kepentingan.
“Data bukan hanya milik BPS, tetapi milik kita bersama. Kita harus membangun pemahaman bahwa statistik adalah infrastruktur penting dalam pembangunan,” tegasnya.
Kepala Bagian Umum BPS Provinsi Lampung, Ajid Hajiji, dalam laporannya menyampaikan bahwa FGD ini diikuti oleh 40 peserta yang mewakili Organisasi Perangkat Daerah (OPD), LSM, media, hingga akademisi. Forum ini dirancang sebagai ruang diskusi terbuka untuk mengevaluasi dan merumuskan standar pelayanan statistik sektoral yang lebih adaptif terhadap kebutuhan pengguna data.
“Melalui FGD ini, kami ingin menyerap masukan dari berbagai kalangan agar penyusunan standar pelayanan tidak hanya sesuai regulasi, tetapi juga relevan dan mudah diakses oleh pengguna,” ujar Ajid.
Dalam paparannya, Kepala BPS Lampung Ahmadriswan menekankan bahwa penyediaan data statistik yang valid merupakan bagian dari tanggung jawab bersama. Menurutnya, statistik tidak hanya menjadi alat ukur keberhasilan pembangunan, tetapi juga sebagai sistem peringatan dini (early warning) dalam menghadapi berbagai tantangan sosial dan ekonomi.
“Kami ingin setiap kebijakan yang dibuat di daerah ini benar-benar berbasis data. Tanpa data yang kuat, kita hanya menebak-nebak arah pembangunan,” ujarnya.
Selain mendorong standarisasi pelayanan, FGD ini juga bertujuan membangun kesadaran publik mengenai pentingnya pemanfaatan data statistik dalam kehidupan sehari-hari, baik oleh instansi pemerintah maupun masyarakat umum.
BPS Lampung menegaskan bahwa pelayanan data harus inklusif dan responsif, sehingga publik dapat mengakses dan memanfaatkannya secara optimal untuk kepentingan riset, advokasi, maupun pengambilan keputusan.***











