CCTV Rekam Pencurian di Perumahan Nila Kandi Teluk Betung Selatan, Polresta Bandar Lampung: Kasus Sudah Diatensi

KRAKATAU.ID, BANDAR LAMPUNG – Aksi pencurian kembali mengguncang warga Perumahan Nila Kandi, Teluk Betung Selatan, Bandar Lampung. Peristiwa terjadi pada Sabtu siang (24/5/2025) sekitar pukul 11.00 WIB di sebuah rumah di Jalan Ikan Nila 6 No. 19. Aksi pelaku terekam jelas oleh kamera CCTV milik korban dan kini beredar luas di berbagai grup WhatsApp warga.

Menanggapi kejadian tersebut, Kasi Humas Polresta Bandar Lampung, AKP Agustina Nilawati, menyampaikan bahwa pihaknya telah menerima laporan dan akan segera menindaklanjuti.

“Baik saya laporkan dulu ke Kasat yang berwenang untuk diatensi ya bang. Terima kasih infonya,” ujar AKP Agustina saat dikonfirmasi oleh Krakatau.id pada Sabtu (24/5/2025).

Saat dikonfirmasi kembali pada Senin (26/5/2025), ia menegaskan kembali komitmen kepolisian, “Polresta (Bandar Lampung) atensi bang, terima kasih infonya.”

Ketua RT 038 Bumi Waras, Muhamad Ali, membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia mengungkapkan bahwa wilayah perumahan yang terdiri dari beberapa kompleks seperti Nila Surya Permai, Nila Kandi, dan Nila Rahayu 1, memang tergolong rawan kriminalitas.

“Di sini jalurnya banyak, perumahannya juga padat. Tapi petugas keamanannya hanya empat orang, dua orang per shift,” ujarnya saat ditemui di lokasi kejadian.

Ali menambahkan, kejadian pencurian bukan yang pertama. Beberapa waktu lalu, warga kehilangan barang-barang seperti AC, pompa air, bahkan 3 ribu kerupuk kemplang. Ia juga telah menyebarkan wajah pelaku dari rekaman CCTV ke berbagai grup WhatsApp warga dan Ketua RT se-Bandar Lampung agar pelaku segera diamankan.

CLA, pemilik rumah yang dibobol maling, mengungkapkan bahwa ini adalah kali kedua rumahnya menjadi sasaran pencurian. Sebelumnya, pada November 2023, laptop dan tiga mutiara hitam senilai Rp54 juta raib digondol pencuri.

“Kalau nggak aman juga, untuk apa kita bayar iuran keamanan tiap bulan?” keluh CLA.

Ia berharap sistem keamanan dapat diperbaiki agar kejadian serupa tidak terus terulang.

Kurdi Rasid, salah satu petugas keamanan yang telah bertugas selama 21 tahun, mengaku selalu siap dan rutin melakukan patroli malam. Namun ia juga mengakui keterbatasan jumlah personel menjadi tantangan besar dalam menjaga keamanan kawasan yang cukup luas.

Muhamad Ali menambahkan bahwa iuran keamanan warga saat ini dikelola langsung olehnya, dengan nominal bervariasi antara Rp50 ribu hingga Rp450 ribu per rumah. Dari total dana sekitar Rp3,7 juta per bulan, dibayarkan kepada empat petugas keamanan dan sebagian disisihkan untuk kebutuhan lingkungan seperti lampu jalan.

“Kita akan terus berupaya tingkatkan keamanan. Mudah-mudahan pelakunya cepat tertangkap, bahkan kalau bisa dihajar massa biar jera, biar yang lain takut,” pungkasnya.***