KRAKATAU.ID, JAKARTA — Momentum mudik Lebaran 2025 tidak hanya menjadi ajang pelayanan publik skala besar, tetapi juga cerminan dari transformasi digital yang tengah dijalankan oleh PT ASDP Indonesia Ferry (Persero). Dengan pendekatan berbasis teknologi dan manajemen transportasi modern, ASDP sukses menyeberangkan 5,82 juta penumpang dan 1,3 juta kendaraan selama periode Lebaran di 15 lintasan nasional.
Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menyebut keberhasilan layanan mudik tahun ini tak lepas dari integrasi sistem digital seperti aplikasi Ferizy, penerapan sistem tiket daring, hingga manajemen buffer zone yang lebih tertata.
“Kami terus bertransformasi, tak hanya dalam infrastruktur, tapi juga dalam sistem pelayanan yang kini semakin berbasis teknologi digital dan data,” ungkap Heru.
Aplikasi Ferizy yang kini telah terintegrasi penuh dengan sistem manajemen pelabuhan memungkinkan pengguna merencanakan perjalanan lebih awal, menghindari penumpukan kendaraan, serta mempercepat proses layanan di pelabuhan. Sistem tiket daring ini juga dinilai efektif oleh anggota Komisi V DPR RI, Hamka B Kady.
“Penerapan Ferizy terbukti menekan antrean dan membuat arus kendaraan lebih tertib dan terkontrol,” ujarnya.
ASDP juga menerapkan manajemen zona penyangga (buffer zone) secara optimal di berbagai pelabuhan utama seperti Merak dan Ketapang, yang terbukti mampu mengurai kepadatan arus kendaraan dan menghindari stagnasi di jalur utama. Keberhasilan ini menjadi sorotan positif dari banyak pihak, termasuk DPR dan Kementerian Perhubungan.
Dari data posko nasional, jumlah kapal yang beroperasi meningkat menjadi 245 unit dengan total 21.973 trip — lonjakan ini dipadukan dengan distribusi antarmoda yang lebih merata, terbukti dari penurunan volume kendaraan sebesar 2%. Sementara itu, angka kepuasan masyarakat terhadap penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2025 mencapai 90,9%, dengan 92,1% merasa puas terhadap program mudik gratis yang turut dimotori Kemenhub.
Ke depan, ASDP akan terus melakukan evaluasi menyeluruh dan penguatan sistem digitalisasi, baik untuk manajemen operasional, pelayanan publik, hingga kolaborasi data antarsektor.
“Transformasi tidak berhenti di sini. Kami akan terus berinovasi dan meningkatkan konektivitas nasional yang lebih tangguh dan berkelanjutan,” tutup Heru.***





