KRAKATAU.ID — Jika Anda sedang mencari instrumen investasi yang fleksibel namun tetap dikelola secara profesional, reksadana campuran bisa menjadi pilihan yang layak dipertimbangkan. Di tahun 2025, platform seperti Makmur.id semakin banyak dilirik oleh para investor pemula hingga berpengalaman yang ingin memaksimalkan potensi keuntungan melalui reksadana campuran 2025.
Sebagai salah satu jenis reksadana 2025 yang memberikan keseimbangan antara risiko dan imbal hasil, reksadana campuran menyimpan keunikan tersendiri dalam hal alokasi portofolio. Artikel ini akan membahas secara komprehensif bagaimana dana Anda dialokasikan dalam reksadana campuran sesuai dengan regulasi yang ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Apa Itu Reksadana Campuran?
Reksadana campuran adalah produk investasi yang mengalokasikan dananya ke dalam beberapa instrumen sekaligus, yakni saham, obligasi (pendapatan tetap), dan pasar uang. Tujuannya adalah untuk mendapatkan potensi imbal hasil yang optimal dengan risiko yang tetap terdiversifikasi.
Jenis reksadana ini cocok bagi Anda yang memiliki profil risiko moderat dan ingin memperoleh keuntungan yang lebih tinggi dibandingkan reksadana pasar uang, namun dengan risiko yang tidak setinggi reksadana saham.
Alokasi Portofolio dalam Reksadana Campuran
Sesuai dengan peraturan yang ditetapkan oleh OJK, komposisi alokasi portofolio dalam reksadana campuran memiliki batasan tertentu. Alokasi ini dibuat agar manajer investasi dapat mengelola risiko dan memberikan fleksibilitas dalam menyusun strategi investasi. Berikut ini adalah batasan alokasi portofolio dalam reksadana campuran:
• Pasar Uang: minimum 1%, maksimum 79%
• Pendapatan Tetap (Obligasi): minimum 1%, maksimum 79%
• Saham: minimum 1%, maksimum 79%
Dengan rentang alokasi yang cukup fleksibel, reksadana campuran memungkinkan manajer investasi untuk menyesuaikan portofolio berdasarkan kondisi pasar.
Alokasi Dana di Pasar Uang
Instrumen pasar uang mencakup deposito berjangka, Sertifikat Bank Indonesia (SBI), dan surat berharga jangka pendek lainnya. Dalam reksadana campuran, alokasi dana ke pasar uang memiliki fungsi likuiditas.
Mengapa ini penting bagi Anda? Likuiditas yang tinggi memungkinkan manajer investasi mencairkan dana dengan cepat saat dibutuhkan, seperti untuk membayar penarikan investor atau membeli aset investasi lain yang sedang menguntungkan. Meskipun imbal hasil dari pasar uang relatif kecil, stabilitasnya membuat instrumen ini cocok untuk menjaga keseimbangan portofolio.
Alokasi Dana di Pendapatan Tetap (Obligasi)
Obligasi merupakan surat utang jangka menengah hingga panjang yang diterbitkan oleh pemerintah atau korporasi. Dalam reksadana campuran, instrumen ini digunakan untuk menyeimbangkan volatilitas dari saham sekaligus memberikan penghasilan tetap dalam bentuk kupon atau bunga.
Obligasi menjadi pilihan strategis ketika kondisi pasar saham sedang fluktuatif. Selain itu, obligasi pemerintah seperti Surat Utang Negara (SUN) atau Obligasi Ritel Indonesia (ORI) memberikan tingkat keamanan yang lebih tinggi dibanding obligasi korporasi.
Untuk Anda yang mencari kestabilan dan pertumbuhan moderat, porsi obligasi dalam reksadana campuran bisa menjadi komponen utama yang menunjang tujuan investasi jangka menengah hingga panjang.
Alokasi Dana di Saham
Saham adalah instrumen yang menawarkan potensi keuntungan tertinggi, tetapi juga mengandung risiko yang lebih tinggi dibanding instrumen lainnya. Dalam reksadana campuran, saham tetap menjadi komponen penting untuk mendorong pertumbuhan nilai investasi Anda dalam jangka panjang.
Porsi saham dalam reksadana campuran bisa diatur hingga 79%, tergantung strategi yang diambil oleh manajer investasi. Ketika pasar saham menunjukkan tren positif, reksadana campuran yang memiliki proporsi saham lebih besar cenderung mencatatkan kinerja yang lebih baik.
Namun, penting untuk Anda pahami bahwa alokasi saham juga dapat menimbulkan volatilitas. Oleh karena itu, peran manajer investasi sangat krusial dalam memilih saham yang memiliki fundamental kuat dan potensi pertumbuhan yang baik.
Strategi Pengelolaan Reksadana Campuran
Dalam prakteknya, manajer investasi akan memilih alokasi yang dianggap paling optimal berdasarkan kondisi ekonomi, tingkat suku bunga, dan sentimen pasar. Strategi pengelolaan ini biasanya terbagi dalam dua pendekatan:
1. Strategi konservatif: Fokus pada obligasi dan pasar uang, cocok untuk investor yang lebih mengutamakan kestabilan dan penghindaran risiko.
2. Strategi agresif: Fokus pada saham, ditujukan bagi investor yang siap mengambil risiko lebih tinggi demi imbal hasil lebih besar.
Sebagai investor, Anda dapat memilih produk reksadana campuran 2025 yang tersedia di Makmur.id sesuai dengan tujuan dan profil risiko Anda.

Keunggulan Reksadana Campuran
Mengapa banyak investor memilih reksadana campuran dibandingkan jenis lainnya? Berikut beberapa keunggulan yang bisa Anda pertimbangkan:
• Diversifikasi otomatis: Risiko tersebar ke berbagai instrumen investasi.
• Dikelola profesional: Anda tidak perlu repot menganalisis pasar secara mendalam.
• Fleksibel: Cocok untuk berbagai kondisi pasar.
• Modal terjangkau: Bisa dimulai dari nominal yang relatif kecil.
Dengan berbagai keunggulan tersebut, tidak mengherankan jika reksadana campuran tetap menjadi primadona di kalangan investor ritel maupun institusi.
Alokasi dana dalam reksadana campuran diatur secara fleksibel namun tetap dalam batasan yang jelas dari OJK. Hal ini memberikan keleluasaan bagi manajer investasi untuk menyusun strategi terbaik dalam menghadapi dinamika pasar. Sebagai investor, Anda memiliki kesempatan untuk mendapatkan potensi imbal hasil yang seimbang antara risiko dan keuntungan.
Jika Anda tertarik mengeksplorasi lebih lanjut, reksadana campuran 2025 di Makmur.id bisa menjadi awal yang tepat untuk merencanakan masa depan keuangan Anda. Pilih produk yang sesuai dengan tujuan dan profil risiko Anda, lalu nikmati hasil dari strategi investasi yang cerdas dan terukur.***











