KRAKATAU.ID, LAMPUNG SELATAN – Banjir rob yang melanda Dusun Kuala Jaya, Desa Bandar Agung, Kecamatan Sragi, Lampung Selatan, sudah berlangsung selama tujuh hari terakhir. Kondisi ini membuat sebagian besar wilayah dusun terendam air laut yang datang setiap hari saat pasang tinggi.
Koordinator Taruna Siaga Bencana (Tagana) Lampung Selatan, Hasran Hadi, menjelaskan bahwa tinggi air banjir rob bervariasi, mulai dari setinggi lutut orang dewasa hingga mencapai satu meter.
“Banjir terjadi saat pasang laut, sekitar jam 8 pagi hingga 3 sore. Setelah itu, air surut dan kondisi kembali normal pada malam hari sampai pagi,” ungkap Hasran kepada Krakatau.id, Sabtu, 7 Desember 2024.
Menurut Hasarn hingga saat ini, rumah-rumah di Dusun Kuala Jaya terus terendam, dengan sekitar 300 rumah yang terkena dampak.
“Tercatat ada sekitar 320 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 1.000 jiwa yang terdampak banjir rob tersebut. Meski demikian, aktivitas warga masih berjalan, meskipun kondisi ini mempengaruhi kehidupan sehari-hari mereka,” kata dia.
Pada hari ini, Sabtu, 7 Desember 2024, pihak desa setempat bersama dengan berbagai pihak terkait, termasuk Tagana, Dinas Sosial (Dinsos) Lampung Selatan, KSB, Balai Besar Waysekampung, Polsek, dan Koramil, melakukan assessment ke lokasi untuk mengevaluasi dampak banjir rob. Hasil dari penilaian ini akan dilaporkan kepada Dinas Sosial Lampung Selatan dan instansi terkait lainnya untuk penanganan lebih lanjut.
Meskipun banjir rob menjadi masalah yang terus berulang, warga di Dusun Kuala Jaya tetap berharap agar langkah-langkah mitigasi segera dilakukan untuk mencegah dampak yang lebih besar di masa depan, terutama dengan adanya ancaman kenaikan air laut yang lebih tinggi setiap tahunnya. Pemerintah setempat pun diharapkan dapat segera menanggulangi masalah ini untuk mengurangi beban warga yang terdampak.
Hingga kini, pihak berwenang terus memantau perkembangan situasi dan akan melakukan upaya-upaya lebih lanjut untuk membantu warga yang terdampak banjir rob ini.***






