KRAKATAU.ID, LAMPUNG BARAT – Gunung Seminung, yang terletak di perbatasan Kabupaten Lampung Barat dan Ogan Komering Ulu Selatan, menawarkan keindahan alam sekaligus tantangan bagi para pendaki.
Dalam acara “51 Tahun Radio Suara Wajar Goes To Seminung Mountain” yang diadakan pada 1-2 November 2024, Reny, pendaki dari Komisi Hubungan antar Agama dan Kepercayaan (HAK) dan Kerawanan Keuskupan Tanjungkarang, berbagi pengalaman dan tips berharga bagi para pendaki yang ingin menjelajahi gunung ini.
1. Persiapan Fisik dan Mental
Reny menekankan pentingnya persiapan yang matang sebelum mendaki. “Fisik saja tidak cukup; mental keberanian juga harus ada. Kita tidak boleh mundur kecuali ada halangan serius,” ujarnya dalam wawancara eksklusif dengan Krakatau.id, Sabtu (2/11/2024).
Latihan fisik sangat penting, terutama bagi pendaki pemula. Reny menyarankan untuk melakukan latihan cardio seperti treadmill, setidaknya 30 menit dua kali sehari selama dua minggu sebelum pendakian.
2. Pilih Perlengkapan yang Tepat
Kualitas perlengkapan adalah kunci untuk menikmati pendakian. “Sepatu harus kuat, jangan meremehkan perlengkapan. Kemarin ada yang sepatu jebol saat pendakian,” jelas Reny.
Selain sepatu, pilih baju yang nyaman dan sesuai kebutuhan. “Cukup bawa satu atau dua setel baju, serta tisu basah untuk kebersihan,” tambahnya. Tisu basah sangat berguna, terutama di tempat yang tidak tersedia air.
3. Hidrasi yang Cukup
Reny juga mengingatkan tentang pentingnya hidrasi. “Saya rasa, setiap pendaki harus membawa minimal 2,5 liter air. Jangan anggap remeh, karena kebutuhan air bisa berbeda-beda untuk setiap orang,” ucapnya. Pastikan untuk meminum cukup air sebelum, selama, dan setelah pendakian.
4. Perhatikan Suasana di Puncak
Saat mendirikan tenda, Reny merasakan bahwa area tersebut terasa terlalu padat. “Jika ada kemungkinan, sebaiknya bagi lahan untuk mendirikan tenda agar pengalaman camping lebih menyenangkan,” sarannya. Memilih tempat yang tepat untuk beristirahat akan meningkatkan kenyamanan selama malam di gunung.

5. Kenali Trek yang Dihadapi
Reny menjelaskan bahwa trek di Gunung Seminung bisa sangat terjal. “Ada trek yang hampir 90 derajat dan licin. Kita harus saling membantu saat mendaki, karena pendakian ini tidak bisa dilakukan sendiri,” ungkapnya. Kerjasama antar anggota tim sangat penting, terutama saat menghadapi tantangan yang ekstrem.
6. Bersiap untuk Realitas Alam
“Gunung adalah alam yang tidak selalu sesuai dengan ekspektasi kita. Siapkan diri untuk menghadapi kenyataan di lapangan,” imbuh Reny. Menghadapi berbagai situasi di alam terbuka adalah bagian dari pengalaman mendaki yang tak terduga.
7. Kekuatan Tim
Pendakian bukan hanya soal kekuatan individu, tetapi juga kekuatan tim. “Dukungan antar anggota sangat penting. Jika satu orang mengalami kesulitan, yang lain harus siap membantu,” tegas Reny. Memiliki teman yang solid dan siap saling mendukung akan membuat pendakian menjadi lebih aman dan menyenangkan.
Dengan mengikuti tips-tips dari Reny, para pendaki diharapkan dapat merasakan pengalaman mendaki yang lebih aman dan menyenangkan di Gunung Seminung. Jangan lupa untuk selalu menghargai alam dan menjaga keselamatan selama pendakian!





