KRAKATAU.ID, BANDAR LAMPUNG — Komitmen menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) terus ditunjukkan jajaran Polsek Tanjung Karang Barat melalui patroli subuh yang digelar secara intensif di sejumlah titik rawan, Kamis (19/2/2026).
Patroli yang dipimpin langsung Kapolsek Tanjung Karang Barat, Ono Karyono, dilaksanakan usai salat Subuh dengan menyasar lokasi yang berpotensi terjadi gangguan keamanan dan ketertiban.
Saat menyisir kawasan Jalan Agus Salim, Kelurahan Kelapa Tiga, Kecamatan Tanjung Karang Pusat, petugas mendapati sekelompok remaja tengah nongkrong sambil menyalakan petasan di depan area masjid. Aktivitas tersebut dinilai berpotensi membahayakan serta mengganggu ketenangan warga sekitar.
Tanpa kompromi, petugas langsung mengambil langkah tegas dengan membubarkan kegiatan tersebut secara humanis. Para remaja diberikan pembinaan dan peringatan agar tidak mengulangi perbuatannya, terutama karena penggunaan petasan di lingkungan tempat ibadah dapat memicu gangguan ketertiban umum.
Namun di balik kegiatan penertiban tersebut, patroli subuh juga menghadirkan momen yang menyentuh. Dalam perjalanan berkeliling wilayah, anggota patroli bertemu seorang anak bernama Aka, warga Kaliawi, yang kini tinggal bersama neneknya. Kedua orang tuanya diketahui bekerja sebagai tenaga kerja Indonesia di Singapura.
Dalam perbincangan singkat, Aka mengungkapkan keinginannya untuk dapat kembali bersekolah seperti anak-anak seusianya. Dengan penuh harap, ia menyampaikan cita-citanya dan berharap ada perhatian dari Pemerintah Kota Bandar Lampung, khususnya Wali Kota, agar dapat membantu mewujudkan impiannya memperoleh pendidikan yang layak.
Kapolsek Tanjung Karang Barat, AKP Ono Karyono, menegaskan bahwa patroli subuh bukan hanya sebatas upaya menjaga situasi Kamtibmas tetap kondusif, tetapi juga menjadi sarana mendengar langsung kondisi sosial masyarakat.
“Patroli ini adalah bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat. Selain mencegah gangguan keamanan, kami juga berupaya peka terhadap kondisi sosial warga yang membutuhkan perhatian. Kami berharap ada solusi terbaik agar anak tersebut bisa mendapatkan hak pendidikannya,” ujarnya.***






