Remaja Tenggelam di Pekon Sinar Banten Talang Padang, Tim SAR Gabungan Lanjutkan Pencarian Hari Kedua

KRAKATAU.ID, TANGGAMUS — Tim SAR Gabungan masih melanjutkan pencarian terhadap seorang remaja yang dilaporkan tenggelam di Pekon Sinar Banten, Kecamatan Talang Padang, Kabupaten Tanggamus, Lampung. Korban diketahui bernama Aditya (13), warga setempat, yang hilang terseret arus sungai pada Senin (16/2) sore.

Peristiwa terjadi di wilayah Kecamatan Talang Padang, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung. Berdasarkan keterangan resmi dari Pos SAR Tanggamus, korban diduga terseret arus sungai yang deras saat mandi di aliran sungai desa tersebut. Debit air diketahui meningkat akibat tingginya curah hujan dalam beberapa hari terakhir.

Kepala Kantor SAR Lampung yang diwakili oleh Dantim Pos SAR Tanggamus Tri Wardoyo menyampaikan, pihaknya menerima laporan kejadian pada pukul 17.40 WIB dari aparat pekon yang mendapat informasi dari keluarga korban.

“Menerima laporan pada pukul 17.40 WIB, Tim Rescue Pos SAR Tanggamus langsung bergerak menuju lokasi kejadian. Setibanya di lokasi, tim segera berkoordinasi dengan keluarga korban serta unsur terkait,” tegas Tri.

Pencarian hari pertama dilakukan secara visual di sekitar lokasi kejadian. Namun hingga malam hari, korban belum berhasil ditemukan. Operasi pencarian sementara dihentikan karena hujan deras disertai kondisi cuaca yang tidak memungkinkan.

Memasuki hari kedua pencarian, Selasa (17/2), Tim SAR Gabungan kembali melanjutkan operasi sesuai rencana. Pencarian dibagi menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU). SRU pertama melakukan penyisiran sejauh tiga kilometer ke arah hilir menuju Bendungan Way Bedeng menggunakan perahu karet. Sementara SRU kedua melakukan penyisiran visual di sepanjang bantaran sungai sejauh satu kilometer dari lokasi kejadian.

Operasi SAR hari kedua melibatkan unsur gabungan dari Pos SAR Tanggamus, BPBD Tanggamus, TNI, Polri, Satpol PP, Damkar, aparat pekon, serta masyarakat setempat. Sejumlah peralatan turut dikerahkan, antara lain perahu karet, alat pendeteksi bawah air, perlengkapan selam, serta alat komunikasi dan keselamatan.

“Hingga sore hari, korban belum ditemukan. Pencarian dihentikan sementara dan akan dilanjutkan kembali pada Rabu (18/02) pagi,” ujar Tri.

Kantor SAR Lampung mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sekitar sungai maupun bendungan, terutama ketika kondisi cuaca ekstrem dan debit air meningkat, guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *