KRAKATAU.ID, LAMPUNG TENGAH – Satuan Tugas (Satgas) Sapu Bersih (Saber) Pangan melakukan pemantauan harga, pasokan, keamanan, serta mutu pangan di Pasar Bandar Jaya, Kabupaten Lampung Tengah, Minggu (8/2/2026).
Hasil pemantauan menunjukkan bahwa sebagian besar harga bahan pokok masih berada dalam batas Harga Eceran Tertinggi (HET) dan Harga Acuan Pemerintah (HAP).
Kegiatan ini merupakan bagian dari Koordinasi Awal Kegiatan Saber Pangan 2026 yang melibatkan Satgas Saber Pelanggaran Pangan, Keamanan dan Mutu Pangan Polda Lampung bersama Polres Lampung Tengah, Tim D21 Badan Pangan Nasional (Bapanas), Satgas Saber Pangan Reskrim Polres Lampung Tengah, serta Kontributor Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP).
Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Yuni Iswandari mengatakan, pemantauan tersebut bertujuan untuk memastikan stabilitas harga dan ketersediaan pangan, terutama menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Puasa dan Idul Fitri.
“Dari hasil pemantauan di Pasar Bandar Jaya, secara umum harga dan pasokan bahan pokok di Lampung Tengah terpantau stabil. Tidak ditemukan lonjakan harga yang signifikan pada sebagian besar komoditas,” ujar Yuni, Minggu (8/2/2026).
Berdasarkan data rata-rata harga di Pasar Bandar Jaya per 8 Februari 2026, harga beras medium tercatat sebesar Rp13.500 per kilogram atau sesuai HET, sementara harga beras premium Rp14.500 per kilogram, berada di bawah HET.
Untuk komoditas lainnya, harga gula pasir tercatat Rp17.000 per kilogram, bawang merah Rp36.000 per kilogram, dan bawang putih Rp33.000 per kilogram, yang seluruhnya masih berada di bawah HAP.
Sementara pada komoditas protein hewani, harga daging ayam ras dijual Rp40.000 per kilogram sesuai HAP, telur ayam ras Rp29.000 per kilogram, serta daging sapi Rp120.000 per kilogram, juga masih di bawah HAP.
Harga cabai merah keriting tercatat Rp42.000 per kilogram atau berada di bawah HAP. Namun, cabai rawit merah mengalami kenaikan hingga Rp75.000 per kilogram, atau berada di atas HAP.
“Cabai rawit merah menjadi satu-satunya komoditas yang mengalami kenaikan harga. Hal ini disebabkan keterbatasan stok akibat berkurangnya pasokan dari Lampung Barat karena faktor curah hujan,” jelas Yuni.
Selain itu, harga kedelai impor juga terpantau berada di atas HAP, yakni Rp13.000 per kilogram. Meski demikian, ketersediaan stok bahan pokok secara umum dinilai masih mencukupi kebutuhan masyarakat.
Yuni menegaskan, Satgas Saber Pangan akan terus melakukan pengawasan secara intensif guna mencegah terjadinya pelanggaran harga, praktik penimbunan, serta peredaran pangan yang tidak memenuhi standar keamanan dan mutu.
“Pengawasan akan kami tingkatkan menjelang puasa dan Idul Fitri agar distribusi bahan pokok berjalan lancar dan masyarakat tidak dirugikan,” tegasnya.
Sebagai tindak lanjut, Satgas Saber Pangan dijadwalkan kembali melakukan pemantauan harga, mutu, dan keamanan pangan di Kabupaten Tanggamus pada Senin (9/2/2026).***






