PLN UID Lampung Kirim 27 Relawan Tahap 2 untuk Percepat Pemulihan Listrik Pascabencana di Aceh

KRAKATAU.ID, BANDAR LAMPUNG – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Lampung kembali mengirimkan 27 relawan tahap kedua guna mempercepat pemulihan kelistrikan pascabencana di wilayah Aceh. Pengiriman relawan ini merupakan kelanjutan dari penugasan tahap pertama sebagai bentuk komitmen PLN dalam memastikan pasokan listrik masyarakat terdampak bencana dapat segera pulih secara andal dan aman.

Pelepasan relawan dipimpin langsung oleh General Manager PLN UID Lampung, Rizky Mochamad, melalui apel pelepasan yang digelar pada Senin, 15 Desember 2025. Dalam sambutannya, Rizky menegaskan bahwa pengiriman relawan tahap kedua ini merupakan wujud nyata kehadiran PLN di tengah masyarakat yang membutuhkan.

“Di tengah kondisi pascabencana, PLN berkomitmen memastikan listrik dapat segera pulih melalui dukungan personel, peralatan, dan koordinasi yang berkelanjutan. Seluruh upaya ini dilakukan agar proses pemulihan berjalan lebih cepat, aman, dan andal,” ujarnya.

Sebelumnya, pada pelaksanaan relawan tahap pertama yang diberangkatkan pada 1 Desember 2025, tim relawan PLN UID Lampung berhasil menyelesaikan berbagai pekerjaan teknis pemulihan kelistrikan. Pada jaringan tegangan menengah (JTM), dilakukan penanaman 12 batang tiang beton, pemasangan 23 set konstruksi TM, perbaikan 5 batang tiang miring, penarikan jaringan SUTM sepanjang 3,37 kilometer, serta pemasangan FCO percabangan di tiga lokasi.

Selain itu, pada sektor gardu, PLN UID Lampung juga melaksanakan pemasangan 1 unit transformator distribusi berkapasitas 100 kVA. Sementara pada jaringan tegangan rendah (JTR), relawan melakukan penanaman 12 batang tiang beton, pemasangan 56 set konstruksi TR, perbaikan 5 batang tiang miring, serta penarikan jaringan JTR sepanjang 2,9 kilometer.

Sebagai kelanjutan dari upaya tersebut, relawan tahap kedua yang diberangkatkan terdiri dari personel jaringan dan konstruksi, petugas Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB), serta tenaga pendukung lainnya. Penguatan ini juga dilengkapi dengan pengiriman material jaringan tambahan dan perangkat komunikasi berbasis satelit guna memastikan koordinasi serta pelaksanaan pemulihan di lapangan berjalan optimal.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *