Destana Pekon Yogyakarta Selatan Gelar Pelatihan Keluarga Tangguh Bencana

Berita, Berita Utama416 Dilihat

ALTUMNEWS.Com ,YOGYAKARTA SELATAN – Tim Desa Tangguh Bencana (Destana) Pekon Yogyakarta Selatan, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu, menggelar Pelatihan Keluarga Tangguh Bencana sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi bencana. Kegiatan ini dilaksanakan di di Balai Pekon Yogyakarta Selatan, Senin, 22 Desember 2025.

Pelatihan ini menjadi langkah strategis dalam penguatan mitigasi bencana dengan fokus pada unit terkecil dalam masyarakat, yaitu keluarga. Diharapkan, setiap keluarga memiliki pengetahuan dan keterampilan dasar untuk merespons situasi darurat secara cepat dan aman.

Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Pekon Yogyakarta Selatan, Mursidi, didampingi Dian Novisa, A.Md.Keb, selaku Ketua Posyandu Melati. Kegiatan ini turut dihadiri seluruh aparatur pekon, yang mencerminkan sinergi kuat antara pemerintah pekon dan organisasi kemasyarakatan dalam upaya pengurangan risiko bencana.

Dalam sambutannya, Mursidi menegaskan bahwa kesiapsiagaan bencana harus dimulai dari lingkungan terkecil.

“Kesiapsiagaan bencana harus dimulai dari keluarga. Pekon Yogyakarta Selatan memiliki berbagai potensi bencana, mulai dari hidrometeorologi hingga geologi, yang dapat terjadi sewaktu-waktu dan berdampak luas,” ujarnya.

Ia menambahkan, keluarga merupakan fondasi utama yang perlu diperkuat agar setiap anggota mampu merespons keadaan darurat dengan cepat, tepat, dan aman.

Sementara itu, Angga Bagus Saputra, Analis Kebencanaan BPBD Kabupaten Pringsewu, menyoroti peran strategis kader Posyandu dalam agenda mitigasi dan kesiapsiagaan bencana. Menurutnya, jaringan Posyandu yang menjangkau hingga tingkat dusun menjadikan para kader sebagai ujung tombak edukasi kebencanaan di masyarakat.

“Kader Posyandu memiliki peran ganda sebagai penyuluh, penggerak, dan motivator. Mereka adalah agen perubahan yang mampu menumbuhkan kesadaran risiko bencana serta menyebarluaskan langkah-langkah mitigasi yang efektif,” jelasnya.

Pelatihan ini dirancang secara komprehensif dengan materi yang aplikatif, meliputi identifikasi risiko bencana di lingkungan sekitar, langkah-langkah keselamatan dasar, penyusunan rencana darurat keluarga (Family Emergency Plan), serta tindakan awal yang harus dilakukan pascabencana.

Menutup kegiatan, Agus Purnomo, Korel Rumah Zakat Pringsewu, menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh elemen.

“Sinergi seluruh elemen masyarakat, pemerintah, dan organisasi adalah hal mutlak untuk mewujudkan pekon atau desa tangguh bencana yang benar-benar siap dan tangguh menghadapi bencana,” tutup dia.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *