KRAKATAU.ID, PALEMBANG — Komitmen dalam mewujudkan keadilan energi terus diperkuat oleh Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) melalui pelaksanaan Program BBM Satu Harga. Program ini dirancang untuk memastikan seluruh masyarakat, termasuk yang tinggal di wilayah Terdepan, Terluar, dan Terpencil (3T), mendapatkan akses bahan bakar minyak dengan harga yang setara dengan wilayah perkotaan.
Hingga saat ini, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel telah mengoperasikan 24 SPBU BBM Satu Harga, tersebar di lima provinsi: 9 SPBU di Sumatera Selatan, 7 SPBU di Lampung, 2 SPBU di Jambi, 5 SPBU di Bengkulu, dan 1 SPBU di Bangka Belitung.
Kehadiran SPBU-SPBU tersebut tidak hanya menjadi bentuk nyata kehadiran negara dalam memastikan pemerataan energi, tetapi juga menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi masyarakat di pelosok.
“Dengan adanya SPBU BBM Satu Harga, masyarakat di daerah terpencil kini mendapatkan BBM dengan harga yang sama seperti di kota besar. Hal ini mendukung aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga pelayanan publik berjalan lebih optimal,” ujar Rusminto Wahyudi, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Senin (29/9).
Mewujudkan akses energi yang merata ke wilayah 3T bukanlah tugas yang ringan. Pertamina menempuh tantangan logistik yang kompleks, mulai dari jalur darat dengan truk tangki yang melintasi ratusan kilometer, hingga jalur laut ke daerah kepulauan.
Salah satu distribusi paling menantang adalah ke Pulau Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara — salah satu pulau terluar Indonesia di Samudera Hindia. Jarak tempuhnya mencapai 156 km dari Kota Bengkulu, dengan perjalanan laut memakan waktu minimal 12 jam. Meski begitu, Pertamina tetap konsisten memastikan energi tersedia secara berkelanjutan di wilayah tersebut.
“Ini adalah bentuk komitmen kami untuk hadir di seluruh pelosok negeri. Tak hanya sebagai penyedia energi, tapi juga mitra dalam pembangunan daerah,” kata Rusminto.
Program BBM Satu Harga bukan hanya menjamin ketersediaan energi, namun juga membuka peluang ekonomi baru. Keberadaan SPBU di wilayah terpencil menciptakan lapangan kerja, memperlancar distribusi barang, serta meningkatkan mobilitas masyarakat.
“Setiap SPBU yang kami bangun dirancang untuk memberikan manfaat jangka panjang. Selain menjual BBM, keberadaannya juga mendukung usaha mikro, transportasi lokal, dan konektivitas antarwilayah,” tambah Rusminto.
Selain itu, Pertamina memastikan bahwa pembangunan SPBU BBM Satu Harga tetap memperhatikan aspek keberlanjutan dan kepatuhan terhadap regulasi, dengan penerapan standar keselamatan dan operasional yang ketat.
Program BBM Satu Harga merupakan bagian dari kebijakan energi nasional dalam rangka mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, khususnya di sektor energi. Dengan kolaborasi antara Pertamina dan pemerintah, diharapkan program ini menjadi pilar strategis dalam mendukung pemerataan pembangunan hingga ke pelosok Sumatera Bagian Selatan.
“Kami akan terus berkomitmen dan berinovasi untuk memastikan tidak ada lagi wilayah yang tertinggal dalam hal akses energi,” tutup Rusminto.***






