Mewakili Indonesia, Yohanes Deo Belajar Koperasi Kredit Hingga ke India

KRAKATAU.ID, INDIA — Ungkapan “Belajar sampai ke negeri Cina” mungkin tidak berlaku bagi Yohanes De Deo Widyastoko, namun “belajar sampai ke India” menjadi pilihan paling tepat bagi Sekretaris Pengurus Inkopdit tersebut. Deo, sapaan akrabnya, menjadi satu-satunya perwakilan dari Indonesia dalam kegiatan bertajuk “Cooperative Learning Visit to Indian Credit and Banking Cooperatives”, yang diselenggarakan oleh National Cooperative Agriculture and Rural Development Bank Federation, bekerja sama dengan International Cooperative Alliance Asia Pacific (ICA-AP) Committee on Credit and Banking (ICCB), pada tanggal 21–24 Juli 2025 di India.

International Cooperative Alliance Asia Pacific (ICA-AP) melaksanakan program kunjungan dan pembelajaran untuk koperasi keuangan bagi para anggotanya. Program ini diikuti oleh lima negara: Indonesia, Palestina, Yordania, Nepal, dan Sri Lanka. Induk Koperasi Usaha Rakyat (INKUR) Indonesia menjadi salah satu yang diundang, dan meminta Inkopdit untuk mengutus perwakilan karena tema kegiatan sangat relevan dengan kebutuhan pembelajaran koperasi sektor keuangan,” terang Deo saat ditemui Krakatau.id di Bandarlampung, Selasa (26/8/2025).

Deo, yang pernah menjabat sebagai Ketua INKUR dan kini menjadi Sekretaris Inkopdit, ditunjuk untuk mengikuti program tersebut. Perjalanan ini menjadi pengalaman yang menantang sekaligus berharga, karena ia harus berangkat sendiri sebagai satu-satunya utusan dari Indonesia. Segala persiapan dilakukan secara mandiri, mulai dari pengurusan visa, tiket perjalanan, hingga persiapan mental. Penerbangan menuju India memakan waktu sekitar tujuh jam, dengan transit dua jam di Kuala Lumpur. Ia tiba di New Delhi menjelang tengah malam dan langsung mencari taksi untuk menuju hotel.

Hari Pertama: Pengenalan dan Kunjungan Lembaga Koperasi Nasional

Setelah sarapan, peserta langsung menerima briefing dari staf ICA dan diminta untuk check-out sambil membawa semua barang. Kunjungan pertama dilakukan ke kantor pusat ICA Asia Pacific, di mana peserta disambut oleh lima staf ICA AP yang memaparkan peran organisasi serta agenda kegiatan selama tiga hari di India.

Selanjutnya, peserta mengunjungi:

  • National Cooperative Development Corporation (NCDC) — lembaga pemerintah yang mendukung koperasi di berbagai sektor seperti keuangan, pertanian, konsumen, dan perumahan.
  • National Cooperative Union of India (NCUI) — asosiasi koperasi nasional yang berperan dalam pendidikan, pelatihan, dan advokasi kebijakan.
  • Saraswat Cooperative Bank, yang berkantor di gedung NCUI.
  • National Federation of Urban Cooperative Banks and Credit Societies (NAFCUB) — lembaga yang fokus pada koperasi perumahan dan pembiayaan petani.

Setelah berdiskusi sekitar satu jam di NAFCUB, peserta menuju bandara untuk penerbangan ke Gujarat, yang memakan waktu sekitar satu setengah jam.

Hari Kedua: Digitalisasi Koperasi di Gujarat

Di Gujarat, peserta mengunjungi The Gujarat State Cooperative Agriculture and Rural Development Bank Ltd di Ahmedabad. Mereka disambut dengan sangat profesional, langsung diarahkan ke ruangan presentasi digital yang canggih. Para pimpinan bank koperasi tersebut memaparkan capaian, rencana kerja, dan proses digitalisasi layanan yang akan dikembangkan di seluruh cabang mereka.

Sebagai bentuk kenangan dan kepedulian terhadap lingkungan, setiap peserta diminta menanam satu pohon di area belakang gedung bank tersebut. Hal ini juga sebagai perayaan Tahun Koperasi Dunia. Hari itu seharusnya diisi dengan kunjungan ke salah satu candi terkenal di Gujarat, namun karena keterbatasan waktu, rombongan hanya sempat mengunjungi Aquatic Gallery di Science City.

Hari Ketiga: Menyelami Kekuatan Koperasi AMUL

Hari ketiga diisi dengan kunjungan ke The Anand Milk Union Limited (AMUL), koperasi masyarakat terbesar di dunia yang telah berdiri selama 75 tahun. Peserta mendapatkan penjelasan mengenai sejarah dan prinsip dasar AMUL, termasuk bahwa posisi pimpinan utama harus berasal dari kalangan petani, bukan profesional.

Kunjungan dilanjutkan ke pabrik pengolahan susu dan cokelat milik AMUL, di mana peserta melihat langsung proses sterilisasi, produksi, dan berbagai varian produk yang dihasilkan—mulai dari susu segar, bubuk, cokelat batangan, hingga makanan olahan lainnya.

Sebelum kembali ke Ahmedabad, para peserta menyempatkan diri merekam video pendek berisi kesan selama mengikuti program ini, untuk disampaikan kepada pihak Gujarat State Cooperative Agriculture and Rural Development Bank Ltd dan ICA AP.

Perjalanan menuju Bandara Ahmedabad memakan waktu sekitar tiga jam sebelum akhirnya peserta kembali ke New Delhi.

Penutup: Perpisahan dan Pulang ke Tanah Air

Setibanya di Bandara New Delhi pukul 21.00 malam, para peserta dari berbagai negara berpisah dan kembali ke negara masing-masing. Deo melanjutkan penerbangan ke Indonesia pukul 23.00 waktu India, mendarat di Kuala Lumpur pukul 06.00 pagi, dan melanjutkan ke Jakarta pukul 08.00. Ia tiba di Jakarta pukul 11.00 WIB.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *