KRAKATAU.ID, LAMPUNG TIMUR -– Para petani singkong di Desa Labuhan Ratu IX, Kecamatan Labuhan Ratu, Kabupaten Lampung Timur, tengah mengeluhkan turunnya harga jual singkong yang terus merosot dalam beberapa waktu terakhir.
Salah satu petani, Budi, saat dijumpai Krakatau.id di lokasi kebun singkong miliknya yang sedang dipanen pada Rabu (20/8), mengungkapkan bahwa hasil panen dari lahan seluas satu hektar miliknya bisa mencapai sekitar 15 ton, tergantung dari perawatan dan kondisi lahan.
“Ini kurang lebih satu hektar, tergantung perawatan. Yang sedang kami panen ini kira-kira menghasilkan 15 ton. Sekarang harga singkong Rp1.300 per kilogram. Kalau dibandingkan periode lalu, ini jelas turun. Dulu bisa sampai Rp1.800,” ujar Budi.
Budi menyebutkan, hasil panen tersebut rencananya akan dijual ke pabrik pengolahan singkong milik PT Bumi Waras (BW). Namun dengan harga saat ini, para petani merasa berada di posisi yang merugi.
“Harapannya ya harga kembali normal, Rp1.800 per kilo. Kalau masih Rp1.300, ya petani merugi,” tambahnya.
Penurunan harga singkong ini menjadi pukulan berat bagi petani yang menggantungkan hidup dari hasil pertanian singkong. Mereka berharap adanya perhatian dari pihak terkait agar harga bisa kembali stabil dan menguntungkan bagi petani.***






