KRAKATAU.ID, BANDAR LAMPUNG — Musyawarah Daerah (MUSDA) I Ikatan Sarjana Katolik Indonesia (ISKA) Provinsi Lampung telah resmi menetapkan Antonius Mustakim, S.Si. sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) ISKA Lampung periode 2025–2029. Kegiatan yang berlangsung dengan khidmat ini mengusung tema “Menguatkan Solidaritas, Mewujudkan Karya Nyata dalam Pelayanan dan Kebangsaan.”
MUSDA ini menjadi momentum kebangkitan kembali gerakan sarjana Katolik di Lampung yang adaptif dan solutif terhadap tantangan zaman, khususnya di tengah era digital dan perubahan sosial yang dinamis.
Dalam pidato perdananya, Antonius menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan, sekaligus menekankan pentingnya kehadiran sarjana Katolik di berbagai ruang publik.
“Di tengah arus informasi yang deras dan tak jarang menyesatkan, kita ditantang untuk menjadi suara kebenaran, keadilan, dan cinta kasih. ISKA harus hadir di ruang digital sebagai komunitas yang menjembatani iman dan teknologi, serta berpikir kritis namun tetap berakar pada nilai-nilai Kristiani,” tegasnya.
Koordinator DPD ISKA Lampung demisioner, Frans Wahyudi Atmaja, menyampaikan optimisme terhadap arah kepemimpinan baru.
“Kini saatnya melangkah lebih terbuka, membangun kerja sama lintas sektor demi menghadirkan ISKA yang relevan dan berdampak,” ujarnya.
Dukungan juga datang dari Koordinator Sekretariat Bersama (Sekber) Ormas Katolik Lampung, Marcus Budi Santoso, yang mengapresiasi kelancaran penyelenggaraan MUSDA serta menegaskan pentingnya ISKA sebagai motor pemikiran umat Katolik.
“Saya mengapresiasi suksesnya Musda. ISKA harus bangkit kembali. SDM Katolik di Lampung ini melimpah dan potensial, ini harus dioptimalkan. ISKA perlu memberi kontribusi kongkret berupa pemikiran dan gagasan, tidak hanya bagi Gereja, tetapi juga untuk berbagai pihak di Lampung,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Bimas Katolik Kanwil Kemenag Provinsi Lampung, Edy Sulistiono, S.S., menyoroti pentingnya peran ISKA sebagai mitra strategis pemerintah dalam membangun kehidupan beragama yang harmonis.
“ISKA harus menjadi wajah umat Katolik yang berpikir kritis, aktif, namun tetap mengedepankan dialog, toleransi, dan semangat kebangsaan,” katanya.
Pastor Moderator ISKA Lampung, Romo Philipus Suroyo, turut mengingatkan kembali jati diri sarjana Katolik sebagai pribadi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, namun juga memiliki kedalaman spiritual.
“Sarjana Katolik harus berhati nurani dan berani hadir di ruang-ruang publik, termasuk digital, untuk mewartakan nilai-nilai Kristus,” pesannya.
Kegiatan MUSDA ini turut dihadiri oleh tokoh-tokoh masyarakat serta perwakilan organisasi Katolik se-Lampung seperti WKRI, PMKRI, Pemuda Katolik, Vox Point, FMKI, komunitas mahasiswa Katolik, dan Sekber Ormas Katolik Lampung.***






