Kapolda Apresiasi Buruh Lampung: Aspirasi Tertib, Aksi Sosial Menyentuh Warga

KRAKATAU.ID, BANDAR LAMPUNG — Peringatan Hari Buruh Internasional (Mayday) di Provinsi Lampung tahun ini tampil berbeda. Di balik semangat penyampaian aspirasi yang berlangsung aman dan tertib, terdapat wajah lain dari gerakan buruh: aksi sosial kemanusiaan yang menggandeng aparat kepolisian dan masyarakat.

Tak hanya menggelar unjuk rasa, kelompok buruh di Kecamatan Panjang, Bandar Lampung turut mengadakan sunatan massal, pembagian sembako, serta layanan kesehatan gratis, bekerja sama dengan Bidokes Polda Lampung dalam program Baktikes Polri.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kerja sama yang luar biasa. Aksi damai ini dibarengi kegiatan sosial yang sangat bermanfaat,” ujar Yuniati, seorang warga yang anaknya menjadi peserta khitan massal.

Kegiatan tersebut diikuti oleh 50 anak yang dikhitan gratis dan 114 warga lainnya yang menerima layanan pemeriksaan kesehatan. Kolaborasi antara buruh dan Polri ini menghadirkan suasana harmonis, jauh dari citra konfrontatif yang sering melekat pada peringatan Mayday.

Kapolda Lampung, Irjen Pol. Helmy Santika, menyambut positif semangat kolaboratif ini. Dalam keterangannya di Pos Pantau Aksi Mapolresta Bandar Lampung, ia mengapresiasi seluruh elemen yang terlibat dalam menjaga situasi tetap damai dan produktif.

“Terus perjuangkan aspirasi buruh, tapi laksanakan dengan tertib dan damai. Ini bentuk kedewasaan demokrasi dan kepedulian sosial yang membanggakan,” ujarnya.

Lebih dari sekadar pengamanan, Polri mengambil peran aktif dalam menjaga iklim positif yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan iklim investasi yang sehat.

“Situasi aman akan menciptakan kepercayaan investor. Itu penting untuk pembangunan Lampung, terutama dalam sektor wisata dan industri yang membuka ruang kesejahteraan bagi buruh sendiri,” tambahnya.

Kapolda juga mengingatkan pentingnya menjaga perjuangan buruh dari provokasi yang dapat merusak citra gerakan. “Jangan mudah terprovokasi. Jadikan Mayday ini bukti bahwa buruh adalah bagian dari solusi, bukan ancaman,” tegasnya.

Dengan kehadiran 1.719 personel gabungan yang bertugas secara humanis dan profesional, serta partisipasi aktif masyarakat, Mayday di Lampung tahun ini menjelma menjadi contoh bahwa perjuangan hak buruh dan kegiatan sosial bisa berjalan beriringan.***