Bukan Sekadar Kampanye, #PastiAdaSolusi Jadi Gerakan Membangun Kepercayaan Digital di Dunia Usaha

KRAKATAU.ID, JAKARTA -– Di tengah cepatnya laju transformasi digital, tantangan terbesar pelaku usaha bukan lagi sekadar memilih teknologi, tapi menemukan mitra yang bisa dipercaya untuk bertumbuh bersama. Di sinilah kampanye #PastiAdaSolusi dari Telkomsel Enterprise menempatkan dirinya, bukan hanya sebagai promosi produk, tetapi sebagai gerakan membangun kepercayaan dan literasi digital di sektor bisnis.

Keberhasilan kampanye ini baru saja mendapat pengakuan internasional. Dalam ajang PR Awards 2025 yang digelar di Singapura oleh MARKETING-INTERACTIVE, Telkomsel dinobatkan sebagai pemenang kategori Best PR Campaign: B2B, menempatkan Indonesia di antara pemain utama komunikasi bisnis digital di Asia Tenggara.

Kemenangan ini bukan hanya soal pencapaian komunikasi, tetapi bagaimana Telkomsel Enterprise menjadikan solusi digital sebagai bahasa kolaborasi—mengajak pelaku industri besar hingga sektor menengah untuk bersama-sama menjawab tantangan bisnis lewat konektivitas dan data.

Kampanye #PastiAdaSolusi tidak hanya menonjolkan kecanggihan teknologi, tetapi menyoroti cerita nyata para pelaku bisnis yang terbantu dalam transformasi digital mereka. Dari BRI dan Gojek hingga perusahaan tambang seperti PT Putra Perkasa Abadi, cerita-cerita ini memberikan bukti bahwa digitalisasi bukan hanya jargon, tapi alat untuk bertahan dan berkembang.

Dalam fase ketiganya, #PastiAdaSolusi Berani Jadi Lebih, kisah PPA memanfaatkan solusi Private Network menjadi contoh konkret bagaimana teknologi bisa meningkatkan produktivitas lapangan secara langsung. Bagi banyak pelaku bisnis, pendekatan seperti ini jauh lebih meyakinkan dibanding sekadar paparan teknis.

“Kami tidak menjual produk. Kami menyampaikan keberanian untuk berubah. Dan itu harus datang dari cerita nyata,” ungkap Wong Soon Nam, Direktur Planning and Transformation Telkomsel.

Tak hanya berfokus pada kota besar, kampanye ini juga menjangkau wilayah tier-2 dan tier-3—yang sering kali terpinggirkan dalam percakapan transformasi digital. Melalui pendekatan yang inklusif, Telkomsel tidak hanya memasarkan solusi, tapi mendidik pasar tentang nilai dari konektivitas, data, dan cloud services dalam meningkatkan efisiensi bisnis.

Langkah ini menunjukkan bahwa Telkomsel memahami konteks pasar Indonesia yang beragam, dan menjadikan literasi digital sebagai bagian dari tanggung jawab perusahaan dalam membentuk ekosistem industri masa depan.

Di tengah maraknya pendekatan komunikasi yang mengandalkan kampanye iklan masif, Telkomsel justru memilih jalur narasi yang autentik dan berbasis dampak. Hasilnya: meningkatnya adopsi layanan digital Telkomsel di sektor B2B dan meningkatnya trust dari mitra bisnis.

Kemenangan di PR Awards 2025 bukan hanya validasi atas strategi komunikasi mereka, tapi juga pengakuan atas peran Telkomsel dalam membentuk ekosistem digital Indonesia yang kolaboratif dan solutif.***

Posting Terkait

Jangan Lewatkan