KRAKATAU.ID, BANDARLAMPUNG — Muslimah Swimming Squad (MSS) Chapter Lampung yang baru berdiri pada 16 September 2024, kini semakin berkembang dan aktif dalam memasyarakatkan olahraga renang bagi para muslimah. Meskipun komunitas ini baru berjalan selama empat bulan di Lampung, keberadaannya sudah memberikan dampak positif bagi para anggotanya, terutama para muslimah yang ingin berenang dengan menjaga kesopanan dan memenuhi syarat-syarat syariat.
Putri Yuni Wulansari, Ketua MSS Chapter Lampung, menjelaskan bahwa MSS merupakan komunitas yang telah ada sejak 2019 di Surabaya dan kini memiliki cabang-cabang di berbagai kota, termasuk Lampung. Tujuan utama MSS adalah untuk mensyiarkan olahraga sunnah melalui renang, yang juga disarankan oleh Rasulullah SAW.
“Renang itu adalah olahraga yang disunahkan oleh Rasul, dan kami ingin muslimah tetap bisa berenang sambil menjaga aurat dan memenuhi syarat-syarat syariah. Di MSS, pakaian yang dikenakan harus menutup aurat, serta penggunaan kaus kaki dan penutupan tubuh yang sesuai dengan ketentuan,” ujar Putri saat berbincang dengan Krakatau.id pada sela-sela acara bakti sosial MSS Belanja Bareng Anak Yatim di Robinson Rajabasa, Bandarlampung, Minggu (9/3/2025).
MSS menawarkan konsep latihan renang yang berbeda dari renang profesional atau atlet. Tujuan utama adalah menjaga kebugaran tubuh, memperbaiki pernapasan, serta memastikan anggota tubuh tetap kuat dan tidak mudah lelah saat berenang. Selain itu, MSS juga menyertakan terapi hipnosis dalam sesi latihan untuk membantu mengatasi masalah fisik seperti saraf kejepit dan nyeri sendi.
“Banyak peserta yang mengeluhkan masalah saraf kejepit dan sendi, namun setelah beberapa kali mengikuti latihan di MSS, mereka merasa lebih baik dan sembuh,” tambah Putri.
MSS adalah komunitas yang digagas oleh Bunda Euis Kurniawati, dengan visi untuk menjadi komunitas belajar renang gratis bagi muslimah sebagai syiar olahraga sunnah. Beberapa misi MSS antara lain adalah: Memasyarakatkan olahraga dan mengolahragakan masyarakat, menjadikan renang sebagai gaya hidup sehat, baik secara fisik maupun mental.
“Selain itu merangkul muslimah dari berbagai kalangan untuk syiar olahraga sunnah, menyediakan pelatih renang relawan secara gratis, dan menjaga kemuliaan wanita, sarana sosialisasi, dan wadah aktualisasi diri,” kata Putri.
Hingga saat ini, MSS Lampung telah mengumpulkan 72 calon anggota dan 117 anggota aktif yang berpartisipasi dalam latihan renang. Syarat untuk bergabung dengan MSS adalah menjadi muslimah dan berusia minimal 15 tahun. MSS juga bekerja sama dengan beberapa kolam renang di Lampung, seperti Kolam Renang Menza Tirta, Kolam Renang Kanika di Pahoman, dan yang terbaru, Kolam Renang di Citraland.
Latihan renang di MSS bersifat fleksibel dan dilakukan secara acak di beberapa kolam renang tergantung pada permintaan peserta.
“Kami memberikan fleksibilitas tempat latihan, jika ada banyak permintaan dari peserta di satu lokasi, kami akan menyesuaikan jadwalnya. Bahkan, jika cuaca sangat panas, kami akan mencari kolam renang indoor untuk kenyamanan bersama,” jelas Putri.
MSS di Lampung memang masih terbilang baru, namun dengan lebih dari 16.681 anggota yang tersebar di 70 kota di Indonesia dan 2 kota di Malaysia, MSS menunjukkan potensi besar dalam menyebarluaskan syiar olahraga sunnah ini. Dengan jumlah relawan pelatih yang mencapai 365 orang, MSS terus berupaya untuk mengembangkan cabangnya di berbagai daerah, termasuk Lampung.
“Bagi muslimah yang tertarik bergabung dengan MSS, dapat menghubungi melalui akun Instagram @muslimahswimmingsquadlampung atau @putriyws. Dari sana, calon anggota akan diarahkan ke grup komunitas untuk mendapatkan informasi lebih lanjut tentang latihan renang dan cara pendaftarannya,” pungkas Putri.***






