KRAKATAU.ID, PESAWARAN – Keberadaan tugu triangulasi di puncak Gunung Betung, yang terletak lebih dari 1.240 meter di atas permukaan laut (mdpl), memunculkan spekulasi menarik mengenai kemungkinan adanya sumber daya alam berharga di kawasan tersebut, seperti tambang minyak, emas, timah, dan lainnya. Tugu tersebut sekarang dalam kondisi amblas, namun keberadaannya tetap menarik perhatian banyak pihak.
Menurut cerita yang beredar, pernah ada yang menggali tugu ini karena menduga ada emas tersembunyi di dalamnya. Dugaan tersebut semakin diperkuat oleh penjelasan Suges, seorang peneliti dari Komunitas Cinta Budaya. Ia mengungkapkan kemungkinan bahwa tugu triangulasi itu bukan hanya sekadar penanda geografis, tetapi juga bisa jadi merupakan petunjuk tentang adanya tambang berharga di sekitar Gunung Betung.
“Ada kemungkinan tugu triangulasi itu menandakan ada emas, seperti yang kita lihat di puncak Gunung Betung. Di masa lalu, tugu-tugu seperti ini bisa jadi merupakan tempat persembahan atau simbol agama. Namun setelah era penjajahan, tugu-tugu semacam ini bisa saja menjadi tanda atau kode bagi sumber daya alam, seperti emas,” ujar Suges saat dihubungi Kraktau.id melalui sambungan telepon, Selasa (4/2/2025).
Lebih lanjut, Suges menjelaskan bahwa tugu triangulasi pada zaman dahulu sering digunakan sebagai penanda lokasi tertentu yang mengandung kekayaan alam. Dalam hal ini, tugu di Gunung Betung bisa saja mengarah pada keberadaan emas atau bahan tambang lainnya, mirip dengan penemuan-penemuan tugu serupa di wilayah lain seperti Palembang dan Bangka Belitung yang dihubungkan dengan tambang timah.
Penemuan ini menambah misteri seputar tugu triangulasi yang tersebar di berbagai tempat di Indonesia, yang sering kali dikaitkan dengan potensi tambang atau kekayaan alam yang belum terungkap sepenuhnya. Apakah penemuan tugu ini benar-benar menunjukkan adanya cadangan sumber daya alam berharga di Gunung Betung? Hanya waktu yang akan menjawab.***






