KRAKATAU.ID, TANGGAMUS – Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Penggawa Teluk Kiluan, Riko Stefanus, mengungkapkan bahwa Gunung Tanggang, yang sebagian besar terletak di Kabupaten Tanggamus dan sebagian lagi di Pesawaran, menyimpan potensi wisata alam yang menarik meski aksesnya masih terbatas.
Dalam wawancaranya dengan Krakatau.id pada Senin (18/11/2024), Riko mengungkapkan beberapa informasi penting mengenai perjalanan menuju gunung yang berada di ketinggian 1.119 meter di atas permukaan laut (mdpl) ini.
“Gunung Tanggang masuk sebagian ke Tanggamus, sebagian lagi ke Pesawaran. Ketinggiannya 1119 mdpl,” jelas Riko.
Gunung ini memang belum sepenuhnya dikenal oleh wisatawan, namun Riko optimis jika pengembangan lebih lanjut dilakukan, tempat ini bisa menjadi destinasi favorit bagi pecinta alam.
Akses dan Jalur Pendakian
Bagi pengunjung yang ingin menuju Gunung Tanggang, Riko menyarankan agar kendaraan diparkir di Dusun Pematang Kuyung Atas. Meski jalur menuju gunung ini belum sepenuhnya teratur, para pemandu lokal yang berpengalaman siap membantu wisatawan menjelajahi medan yang masih cukup alami ini.

“Saat ini, kalau lewat jalur susur sungai, perjalanan ke gunung ini memakan waktu sekitar sepuluh jam. Kalau ingin sampai puncak, sebaiknya menginap, karena perjalanan pulang-pergi akan terlalu larut,” terang Riko.
Menurutnya, jalur pendakian ke puncak Gunung Tanggang masih sangat alami dan belum ada jalur resmi yang teratur.
“Naik ke sana belum ada jalur, jadi sambil jalan sambil membuka jalur. Bawa golok pasti pemandu itu,” tambahnya.
Potensi Wisata Air Terjun Batu Gadis
Di sekitar Gunung Tanggang, terdapat sebuah air terjun yang juga menjadi daya tarik wisatawan. Masyarakat setempat menamainya “Curup Bawah,” namun para pengunjung lebih mengenalnya dengan sebutan “Air Terjun Batu Gadis” karena batu-batu besar di sekitar air terjun tersebut dianggap mirip dengan wajah perempuan.

“Air terjun itu enggak tinggi, tapi yang menarik itu batunya. Batunya itu mirip dengan muka perempuan,” kata Riko, yang menjelaskan bahwa air terjun ini bisa dijangkau dalam waktu sekitar satu jam perjalanan dari titik awal pendakian.
Peran Masyarakat Setempat dalam Pengembangan Wisata
Sebagai upaya untuk mendorong perkembangan wisata, Pokdarwis Penggawa Teluk Kiluan mengajak masyarakat setempat untuk terlibat langsung dalam industri pariwisata ini.
“Dulu kami sempat ingin mengembangkan, tapi akhirnya dihentikan sementara karena masyarakat belum cukup siap. Ke depannya, pemandu lokal yang ada di sana akan kita ajak untuk ikut serta,” kata Riko.
Saat ini, biaya untuk pemandu wisata di Gunung Tanggang belum ada tarif tetap, namun Riko menyarankan agar tarifnya disesuaikan dengan kemampuan wisatawan. “Biaya pemandu sekitar 150 hingga 200 ribu rupiah,” tutupnya.***






